Bukan Sekadar Aksesori: Segitiga Pengaman, Penjaga Nyawa di Saat Darurat Jalan Raya

JAKARTA | Di tengah laju kendaraan yang kian padat dan cepat, keselamatan di jalan raya tak hanya bergantung pada keterampilan pengemudi, tetapi juga pada kesiapan menghadapi situasi darurat. Salah satu perlengkapan keselamatan yang kerap diabaikan namun memiliki peran krusial adalah segitiga pengaman mobil.

Segitiga pengaman bukan sekadar pelengkap di bagasi kendaraan. Alat sederhana ini berfungsi sebagai penanda visual darurat bagi pengendara lain ketika sebuah mobil mengalami mogok, kecelakaan ringan, atau harus berhenti mendadak di bahu jalan. Dengan warna mencolok dan reflektor cahaya, segitiga pengaman mampu memberi peringatan dini, terutama pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas.

Penggunaan segitiga pengaman sangat penting untuk mencegah kecelakaan beruntun. Ketika kendaraan berhenti tanpa tanda peringatan, risiko tertabrak dari belakang meningkat tajam. Dengan meletakkan segitiga pengaman pada jarak yang tepat—sekitar 10 hingga 20 meter dari kendaraan pengemudi lain memiliki waktu untuk memperlambat laju dan menghindari bahaya.

Selain aspek keselamatan, keberadaan segitiga pengaman juga memiliki landasan hukum. Dalam aturan lalu lintas, setiap pengendara diwajibkan melengkapi kendaraannya dengan perlengkapan keselamatan, termasuk segitiga pengaman. Artinya, alat ini bukan hanya soal kesadaran, tetapi juga bentuk kepatuhan terhadap aturan demi keselamatan bersama.

Kesadaran menggunakan segitiga pengaman mencerminkan budaya tertib berlalu lintas. Di jalan raya, satu tindakan kecil bisa berdampak besar. Segitiga pengaman memberi pesan sederhana namun penting: ada bahaya di depan, waspadalah.

Dengan memahami dan memanfaatkan segitiga pengaman secara benar, pengemudi tidak hanya melindungi diri dan penumpang, tetapi juga membantu menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. Karena di jalan raya, keselamatan bukan soal siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling siap. (*)

Komentar

News Feed