BANDUNG | Lapangan Upacara Polda Jawa Barat menjadi saksi penguatan nilai pengabdian insan Bhayangkara dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional yang digelar pada Senin (19/1/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudy Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., dan diikuti seluruh jajaran personel Polda Jabar.
Mulai dari pejabat utama, perwira menengah dan pertama, brigadir, tamtama hingga ASN Polda Jabar, seluruh peserta mengikuti upacara dengan khidmat. Momentum bulanan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolda Jabar menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momen penting untuk meneguhkan kembali integritas, disiplin, serta tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Tugas Polri bukan hanya rutinitas, tetapi kehormatan yang harus dijaga dengan dedikasi dan pengabdian penuh kepada bangsa dan negara,” tegas Irjen Pol. Rudy Setiawan.
Kapolda menjelaskan, Hari Kesadaran Nasional diperingati setiap tanggal 17 setiap bulan, sebagaimana ditetapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1981. Peringatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran aparatur negara akan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih lanjut, Kapolda Jabar menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap profesional, netral, adil, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Di tengah dinamika masyarakat Jawa Barat yang majemuk, seluruh personel Polri diingatkan untuk menjunjung tinggi toleransi, menghormati perbedaan, dan mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan dan penegakan hukum tanpa diskriminasi.
“Polri harus hadir sebagai perekat persatuan. Pelayanan yang adil dan humanis adalah kunci kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Kapolda Jabar menekankan kesiapan mental, profesionalisme, dan soliditas internal sebagai modal utama menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks. Ia berharap semangat pengabdian terus terjaga dan prestasi dapat tumbuh sebagai budaya di lingkungan Polda Jawa Barat. (*)










Komentar