BATANG | Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang memicu terjadinya tanah longsor di Dukuh Tampingan, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Jumat (16/1/2026). Longsoran tebing dilaporkan mengenai empat rumah warga di RT 02/RW 01, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batang, Muhammad Fajri, menjelaskan laporan awal kejadian diterima dari Kasi Trantib Kecamatan Bandar. Longsor terjadi akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama sehingga membuat struktur tanah menjadi labil.
“Di Dukuh Tampingan, Desa Tombo, terjadi longsoran tebing yang mengenai empat rumah warga. Pembersihan sempat dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar,” ujar Fajri.
Empat rumah yang terdampak masing-masing milik Atmari, yang mengalami kerusakan pada bagian dapur, serta rumah milik Marjiun, Lukman, dan Wahudi yang terdampak pada bagian tembok. Seluruh rumah berada di lingkungan RT 02/RW 01 Dukuh Tampingan.
Namun, karena kondisi sudah menjelang malam dan faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama, proses pembersihan lanjutan akhirnya dihentikan sementara.
“Karena sudah mendekati waktu Maghrib dan kondisi semakin gelap, pembersihan ditunda dan akan dilanjutkan Sabtu pagi. BPBD akan menurunkan personel ke lokasi untuk membantu penanganan,” ungkapnya.
Tak hanya di Kecamatan Bandar, BPBD Batang juga menerima laporan kejadian serupa di Desa Reban, Kecamatan Reban. Longsoran tebing di wilayah tersebut dilaporkan mengenai dua rumah warga, meski tidak menimbulkan kerusakan berat.
Fajri menambahkan, dari hasil pemantauan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda khusus sebelum terjadinya longsor. Faktor utama pemicu kejadian adalah intensitas hujan tinggi yang menyebabkan tanah menjadi lembek dan mudah runtuh.
“Longsoran tidak menimpa bagian utama bangunan rumah. Berdasarkan hasil asesmen awal, tingkat kerusakan di kedua lokasi masih tergolong ringan dan belum memerlukan evakuasi warga,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD Batang mengimbau pemerintah desa dan aparat setempat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing rawan longsor.
“Apabila terjadi longsor susulan yang berpotensi membahayakan, warga diminta segera mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang lebih aman. Untuk saat ini, pengungsian belum diperlukan,” pungkas Fajri. (*)










Komentar