Layanan Haji Diperkuat, Negara Turun Tangan: TNI–Polri Dikerahkan Dua Kali Lipat demi Jamaah Lansia

JAKARTA | Pemerintah kian serius memastikan kenyamanan dan keselamatan jamaah haji Indonesia. Menyongsong musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengambil langkah tegas dengan menambah petugas haji dari unsur TNI dan Polri hingga lebih dari 100 persen.

Jika tahun sebelumnya jumlah petugas TNI/Polri berkisar 70 orang, kini jumlahnya melonjak drastis menjadi sekitar 170 personel. Penambahan ini bukan sekadar angka, melainkan bentuk kehadiran negara di tengah jutaan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian ekstra.

“Tahun kemarin petugas dari TNI dan Polri ada 70 orang sekian. Hari ini kita tambah menjadi 170 sekian, jadi 100 persen lebih, dalam rangka memastikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji,” ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, Rabu (14/1/2026).

Menurut Menhaj, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan haji secara menyeluruh, bukan hanya administratif, tetapi juga kemanusiaan.

Tak hanya pengamanan, sektor kesehatan pun menjadi sorotan utama. Kemenhaj menaruh perhatian serius pada kesiapan fisik jamaah, terutama lansia yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

“Tenaga kesehatan ditambah, tetapi yang lebih penting lagi adalah pemeriksaan kesehatan awal yang harus dilakukan lebih serius,” tegas Menhaj.

Meski belum menyebutkan angka pasti terkait penambahan tenaga kesehatan, Menhaj memastikan penguatan layanan medis menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun depan.

Di sisi lain, pendidikan dan kesiapan petugas haji juga dipastikan berjalan optimal. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede dinilai berjalan lancar dan terstruktur.

“Salah satu tujuan dari petugas adalah fisik disiapkan, disiplin disiapkan, pengenalan medan disiapkan, pengetahuan tentang haji disiapkan, hingga bahasa Arab juga disiapkan,” jelasnya.

Dengan penguatan personel, kesehatan, dan kesiapan mental petugas, pemerintah berharap penyelenggaraan haji 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan manusiawi—sebuah ikhtiar agar ibadah suci umat Islam berjalan dengan khusyuk tanpa rasa khawatir. (*)

Komentar

News Feed