BANDA ACEH | Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., menggelar Ngopi Kebangsaan bersama Alumni Lemhannas Aceh, Jumat pagi (9/1/2026), di Kota Banda Aceh. Forum santai bernuansa intelektual ini menjadi ruang refleksi strategis membahas geopolitik, pertahanan, dan masa depan kebangsaan Indonesia.
Di hadapan jajaran pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Aceh serta para undangan, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu berbincang panjang tentang dinamika global dan tantangan kebangsaan. Secara khusus, Jenderal Dudung menyampaikan apresiasi atas kiprah DPD IKAL Aceh yang dinilai konsisten menghadirkan diskursus kebangsaan melalui kajian, diskusi publik, penelitian, hingga Ngopi Kebangsaan yang kini dikenal sebagai ikon IKAL Aceh di tingkat nasional.
“Saya menyampaikan terima kasih, rasa hormat, dan kebanggaan kepada DPD IKAL Aceh. Seluruh ikhtiar melalui kajian, diskusi, dan ngopi kebangsaan ini diperuntukkan bagi Indonesia yang lebih maju, Aceh yang berkeadilan, dan masyarakat yang sejahtera,” ungkap Dudung.
Guru Besar Ilmu Manajemen Strategis Sekolah Tinggi Hukum Militer itu menegaskan, di tengah percaturan dunia yang terus berubah, bangsa Indonesia tidak boleh bersikap pasif.
“Dunia sedang mencari format barunya. Kita sebagai warga bangsa tidak boleh berdiam diri. Keutuhan dan eksistensi negara harus terus kita jaga,” tegasnya.
Dalam paparannya, Jenderal Dudung juga menyoroti fenomena sosial yang belakangan marak, seperti budaya saling menghujat, merendahkan pemimpin, dan menghina pemerintah di ruang publik. Menurutnya, jika dibiarkan, hal tersebut berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Karena itu, pemahaman terhadap sejarah bangsa, cita-cita luhur, Pancasila, dan wawasan kebangsaan harus terus diperkuat. Ini fondasi kita untuk melangkah menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan,” ujarnya.
Dudung juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat nasionalisme masyarakat Aceh. Ia optimistis, di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Aceh akan bergerak menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik.
“Saya terus terang sangat mengapresiasi nasionalisme orang Aceh. Insyaallah, di bawah kepemimpinan Mualem, Aceh akan lebih maju dan rakyatnya sejahtera,” tuturnya.
Kehadiran Jenderal Dudung di Aceh juga dirangkai dengan kegiatan sosial sebagai bentuk empati terhadap korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh. Selain menyalurkan bantuan kebutuhan warga terdampak, Dudung turut menyumbangkan 100 unit Starling yang secara simbolis diserahkan di Pidie Jaya dan Langkahan, Aceh Utara, Kamis (8/1/2026).
Pada kunjungannya, Jenderal Dudung juga melaksanakan salat Subuh sekaligus menyampaikan tausiah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (9/1/2026).
Sementara itu, Ketua DPD IKAL Lemhannas RI Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., mengapresiasi kehadiran Jenderal Dudung beserta rombongan. Menurutnya, Ngopi Kebangsaan merupakan agenda rutin IKAL Aceh sebagai bentuk kontribusi alumni Lemhannas dalam merespons isu-isu kebangsaan dan kemasyarakatan.
“Dari forum ini, kami berharap lahir pokok-pokok pikiran dan solusi yang dapat menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Syahrizal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mewakili Forkopimda Aceh, jajaran pengurus dan alumni IKAL Aceh dari berbagai instansi, tokoh agama, unsur swasta, LSM, serta insan media. (*)










Komentar