Min.co.id ~ Surabaya ~ Dalam gemerlap hari raya yang dinanti, setiap insan ingin tampil memukau. Senyum merekah, busana terbaik dikenakan, dan tak ketinggalan kulit yang sehat dan bercahaya menyempurnakan momen silaturahmi bersama keluarga. Namun, bagaimana menjaga kecantikan kulit tanpa risiko jelang lebaran?
Prof. Dr. M. Yulianto Listiawan, dr., Sp.KK(K), FINSDV Guru Besar Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga membagikan rahasia tampil maksimal dengan pendekatan yang bijak dan sehat. Bukan dengan perawatan instan atau prosedur yang rumit, melainkan dengan mengenal kulit sendiri dan mengutamakan kehati-hatian.
“Jangan memulai prosedur kulit yang tidak biasanya saat akan merayakan lebaran. Kalau terjadi reaksi yang berbeda dari biasanya, itu akan menyulitkan saat momen penting itu,” ujar Prof. Yulianto, Rabu (2/3/2025).
Dalam menghadapi momen penting seperti Idulfitri, Prof. Yulianto menekankan agar masyarakat menghindari prosedur agresif, seperti peeling atau pengelupasan kulit. Meski menjanjikan hasil cerah, proses ini bisa menimbulkan down time masa pemulihan yang kerap membuat wajah justru tampak kurang menarik.
Sebaliknya, pendekatan konservatif menjadi pilihan bijak. Cukup dengan membersihkan wajah secara rutin, menggunakan pelembap untuk kulit kering, serta melindungi diri dari paparan sinar matahari, penampilan sudah bisa terjaga tanpa risiko.
“Gunakan metode konservatif. Kulit yang kering dilembabkan, paparan sinar matahari dilindungi, dan bisa distimulasi dengan obat-obat yang sudah biasa digunakan,” jelasnya.
Namun kulit yang sehat tak hanya lahir dari luar. “Kulit adalah cerminan apa yang terjadi di dalam tubuh,” tegas Prof. Yulianto. Maka dari itu, makanan yang dikonsumsi memegang peran sentral dalam menjaga kualitas kulit, terutama di masa lebaran yang identik dengan hidangan lezat dan berlemak.
Ia menyarankan agar masyarakat lebih banyak mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan menghindari zat aditif seperti pengawet dan pewarna buatan. Zat antioksidan, menurutnya, membantu menetralkan racun dalam tubuh dan memperlambat penuaan kulit terutama penting bagi orang dewasa yang fungsi regenerasi selnya mulai menurun.
“Antioksidan penting karena membantu mekanisme tubuh dalam menetralkan racun secara sempurna,” paparnya.
Di tengah tren kecantikan yang kian beragam, pesan dari Prof. Yulianto menjadi pengingat bahwa kecantikan tidak perlu menyakitkan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal kebutuhan kulit masing-masing dan tidak tergoda mencoba perawatan baru di detik-detik menjelang lebaran.
Dengan pendekatan yang lembut namun tepat sasaran, kulit yang sehat, cerah, dan segar bukan hanya mimpi di Hari Kemenangan. Karena di balik kilau wajah yang berseri, tersembunyi ketulusan merawat diri dengan penuh kesadaran dan cinta.(*)
Editor : Achmad










Komentar