Saat Pesanan Tak Menentu, Driver Maxim Mengatur Strategi Kerja Lewat Turbo

Min.co.id | Jakarta –  Menunggu pesanan menjadi bagian dari keseharian pengemudi ojek daring.

Waktu yang berlalu tanpa order bukan hanya mengurangi kesempatan memperoleh pendapatan, tetapi juga membuat pengemudi harus pandai mengatur tenaga, biaya operasional, dan jam kerja.

Di tengah situasi itu, sebagian mitra pengemudi Maxim memilih menggunakan fitur Turbo untuk memperbesar peluang mendapatkan pesanan dan mengatur ritme kerja.

Bagi mereka, persoalannya bukan semata-mata berapa lama berada di jalan, melainkan bagaimana waktu yang tersedia bisa dimanfaatkan secara lebih produktif. Turbo menjadi salah satu pilihan yang dicoba, meski manfaatnya tetap bergantung pada kondisi permintaan dan aktivitas masing-masing pengemudi.

Ade, mitra pengemudi Maxim yang telah bekerja hampir lima tahun, mengatakan fitur tersebut memberinya pilihan untuk mengatur waktu penggunaan sesuai kebutuhan. Ia berharap prioritas pesanan melalui Turbo dapat membuka peluang memperoleh order yang sebelumnya lebih sulit didapatkan, termasuk pesanan dengan jarak penjemputan lebih jauh.

“Saya tertarik menggunakan Turbo karena menurut saya program ini bisa membantu meningkatkan penghasilan. Dengan Turbo, saya bisa mendapatkan pesanan yang mungkin sebelumnya sulit saya dapatkan, termasuk pesanan dengan jarak penjemputan yang lebih jauh,” ujar Ade.

Ia biasanya mulai mengaktifkan Turbo sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah durasinya selesai, Ade memilih beristirahat sebelum kembali bekerja sekitar pukul 14.00 atau 15.00 WIB. Pola tersebut membuatnya dapat membagi waktu kerja dan jeda istirahat sesuai kebutuhannya.

Bagi Ade, penggunaan Turbo bukan kewajiban bagi seluruh pengemudi. Setiap mitra tetap bisa mempertimbangkan biaya dan manfaat sebelum memutuskan menggunakannya.

“Menggunakan Turbo merupakan keputusan masing-masing driver. Bagi saya, Turbo cukup menguntungkan. Untuk yang belum pernah mencoba, saya sarankan untuk mencobanya dan merasakan sendiri perbedaannya,” katanya.

Pertimbangan serupa muncul dalam pengalaman Firdaus, yang telah menjadi mitra pengemudi Maxim selama sekitar tiga tahun. Ia menilai Turbo membantu memanfaatkan waktu di luar jam sibuk, ketika peluang memperoleh pesanan bisa menjadi pertimbangan tersendiri.

Firdaus mengaku merasakan peningkatan pendapatan dan efisiensi waktu setelah menggunakan fitur tersebut. Namun, keputusan mengaktifkannya juga berkaitan dengan cara ia mengalokasikan uang yang dimiliki untuk menunjang pekerjaan.

“Ada peningkatan pendapatan dan waktu yang lebih efisien. Saya biasanya mengaktifkan Turbo di luar jam sibuk, sehingga saya tetap bisa mendapatkan pesanan karena diprioritaskan. Daripada mengeluarkan pengeluaran untuk gorengan dan rokok, saya lebih baik menggunakan uang tersebut untuk membeli Turbo untuk meningkatkan penghasilan saya,” ujar Firdaus.

Ia juga menyambut perpanjangan durasi Turbo dari tiga jam menjadi lima jam. Menurutnya, waktu penggunaan yang lebih panjang memberikan keleluasaan untuk menyesuaikan fitur tersebut dengan jadwal kerja.

“Setelah diperpanjang menjadi 5 jam, kesempatan untuk memanfaatkannya menjadi lebih banyak. Dengan waktu yang lebih panjang, driver memiliki lebih banyak ruang untuk menyesuaikan Turbo dengan kebutuhan dan jadwalnya,” tuturnya.

Meski demikian, biaya penggunaan fitur tetap menjadi bagian dari perhitungan pengemudi. Peluang mendapatkan pesanan perlu dipertimbangkan bersama pengeluaran yang dikeluarkan, sehingga keputusan menggunakan Turbo tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan dan kondisi masing-masing mitra.

Pengalaman Dwi Susanti menunjukkan bagaimana fitur tersebut dicoba untuk menyesuaikan jadwal kerja. Baru sekitar dua minggu menggunakan Turbo, ia merasakan pesanan datang dengan ritme lebih cepat.

Dwi mengatakan, ketika tidak bekerja pada malam hari, ia dapat mengaktifkan Turbo mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Dalam rentang waktu itu, ia mengaku pernah memperoleh sekitar 12 hingga 13 perjalanan atau trip.

“Saat pertama mencoba Turbo, pesanan yang saya dapatkan cukup banyak dan ritmenya terasa lebih cepat. Turbo juga membantu saya mengatur waktu kerja, kalau tidak bekerja malam, saya bisa menggunakannya dari jam 7 pagi sampai 12 siang dan mendapatkan sekitar 12 hingga 13 trip,” kata Dwi.

Ia memandang biaya Turbo sebagai modal tambahan yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas. Dwi mengibaratkan penggunaan fitur tersebut seperti menyiapkan umpan sebelum memancing, dengan harapan ada hasil yang diperoleh.

Namun, ia menegaskan bahwa pengemudi tidak harus menggunakan Turbo untuk tetap menerima pesanan. Bagi mitra yang mempertimbangkan biaya tambahan, bekerja tanpa fitur tersebut tetap menjadi pilihan.

“Kalau pesanan sedang sepi, bisa mencoba Turbo. Tetapi kalau tidak ingin menggunakannya karena mempertimbangkan biaya, juga tidak masalah. Driver yang tidak menggunakan Turbo tetap bisa mendapatkan pesanan. Pada akhirnya, hasilnya bergantung pada RRO dan konsistensi masing-masing driver. Perubahan memang membutuhkan keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru,” ucapnya.

Ahmad Sanusi juga merasakan perbedaan waktu tunggu ketika menggunakan Turbo. Menurut dia, pesanan tetap bisa diperoleh tanpa fitur tersebut, tetapi terkadang pengemudi perlu menunggu lebih lama.

“Tanpa Turbo saya juga tetap mendapatkan pesanan, tetapi harus menunggu lebih lama. Dengan Turbo, dalam beberapa menit saya bisa mendapatkan pesanan lagi,” ungkap Ahmad.

Bagi Ahmad, fleksibilitas mengatur jam kerja dan istirahat menjadi hal penting. Setelah menggunakan Turbo selama lima jam, ia dapat berhenti sejenak dan kembali mengaktifkannya ketika siap bekerja lagi. Jika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk bekerja secara intensif, ia memilih tidak menggunakan fitur tersebut.

Pengalaman para mitra itu memperlihatkan bahwa strategi mencari pesanan tidak selalu sama. Ada pengemudi yang mengandalkan pengaturan jam kerja, ada yang mempertimbangkan pengeluaran, dan ada pula yang mencoba fitur tambahan ketika pesanan dirasakan sepi.

Turbo menjadi salah satu pilihan untuk mengupayakan waktu tunggu lebih singkat dan peluang pendapatan yang lebih baik. Meski begitu, pengalaman para pengemudi tersebut belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa peningkatan hasil akan dialami semua mitra, sebab jumlah pesanan dan pendapatan juga dipengaruhi permintaan serta kondisi kerja di lapangan.

Pada akhirnya, bagi pengemudi yang setiap hari mengandalkan pesanan untuk memperoleh penghasilan, keputusan menggunakan fitur berbayar membutuhkan perhitungan tersendiri. Bukan hanya soal mendapatkan lebih banyak order, tetapi juga memastikan biaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang benar-benar dirasakan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Maxim Indonesia,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed