Min.co.id | Indramayu — Bagi masyarakat, usia 81 tahun sebuah institusi militer bukan sekadar angka yang diperingati setiap tahun. Ada pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sejauh mana keberadaan TNI benar-benar dirasakan ketika masyarakat membutuhkan?
Pertanyaan itu menjadi relevan saat Kodim 0616/Indramayu menggelar upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Upacara Makodim 0616/Indramayu, Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Senin (5/10/2026).
Upacara berlangsung sekitar pukul 07.00 hingga 07.50 WIB dan dipimpin Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., selaku inspektur upacara.
Namun di balik barisan pasukan dan penghormatan dalam upacara tersebut, peringatan HUT TNI tahun ini membawa pesan yang lebih panjang pengabdian prajurit tidak selesai ketika upacara berakhir.
81 Tahun dan Tuntutan untuk Tetap Dipercaya
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Dandim 0616/Indramayu, apresiasi diberikan kepada prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras serta pengabdian di berbagai wilayah penugasan.
Tetapi penghargaan terhadap pengabdian juga membawa tanggung jawab lain.
Kepercayaan masyarakat yang tinggi, sebagaimana disampaikan dalam amanat tersebut, merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga.
Artinya, profesionalisme TNI tidak cukup hanya terlihat dari kemampuan menjalankan tugas militer.
Kepercayaan publik juga dibangun dari bagaimana prajurit hadir ketika berhadapan dengan persoalan masyarakat, bagaimana mereka menjaga integritas, serta bagaimana tugas negara dijalankan tanpa kehilangan kedekatan dengan rakyat.
Modernisasi Bukan Sekadar Alat
Tantangan TNI juga terus berubah. Perkembangan teknologi, perubahan lingkungan strategis dan munculnya bentuk ancaman baru menuntut kemampuan yang terus diperbarui.
Karena itu, modernisasi kemampuan pertahanan menjadi salah satu pesan dalam amanat Panglima TNI. Namun modernisasi tidak hanya berkaitan dengan peralatan.
Kemampuan prajurit juga harus ikut berkembang. Kompetensi, kesiapan, profesionalisme dan integritas menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.
Sebab alat pertahanan secanggih apa pun tetap membutuhkan manusia yang mampu mengoperasikan, merawat dan menggunakannya secara bertanggung jawab.
Di sinilah tuntutan terhadap prajurit menjadi semakin besar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara.
PRIMA dan Tantangan di Lapangan
Dalam amanat tersebut, prajurit dan ASN TNI juga diminta menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian.
PRIMA merupakan singkatan dari Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif. Kelima nilai tersebut tidak hanya menjadi slogan.
Profesional berarti memahami tugas dan tanggung jawab. Responsif berarti mampu membaca persoalan dan perkembangan situasi. Integratif berarti membangun kerja bersama dengan berbagai komponen bangsa. Modern berarti menguasai perkembangan teknologi dan alat pertahanan. Sedangkan adaptif berarti mampu menghadapi perubahan dan ancaman yang terus berkembang.
Bagi masyarakat, nilai-nilai tersebut pada akhirnya akan diuji bukan di atas kertas, melainkan ketika prajurit berada di lapangan.
Saat masyarakat menghadapi bencana, membutuhkan bantuan, menghadapi persoalan keamanan atau ketika negara membutuhkan kesiapsiagaan, di situlah profesionalisme dan responsivitas memiliki arti nyata.
Upacara yang Melibatkan Unsur Masyarakat
Upacara HUT ke-81 TNI di Makodim 0616/Indramayu tidak hanya diikuti personel Kodim.
Sejumlah unsur pendukung juga hadir, antara lain organisasi masyarakat, FKPPI, Hipakat dan Pramuka.
Kehadiran unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT TNI yang mengusung pesan kedekatan antara tentara dan rakyat.
Bagi sebuah institusi pertahanan, hubungan dengan masyarakat bukan sekadar pelengkap kegiatan seremonial.
Dukungan dan kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial sekaligus menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di wilayah.
Setelah Upacara Berakhir
Upacara di Lapangan Makodim 0616/Indramayu akhirnya selesai sekitar pukul 07.50 WIB.Barisan dibubarkan. Lapangan kembali seperti biasa.
Namun bagi TNI, peringatan HUT ke-81 tidak berhenti pada selesainya rangkaian upacara. Pesan tentang profesionalisme, kesiapan, integritas dan pengabdian justru harus dibawa ke dalam tugas sehari-hari.
Bagi masyarakat Indramayu, ukuran keberadaan TNI pada akhirnya bukan seberapa khidmat sebuah upacara berlangsung.
Ukuran itu akan terlihat dari bagaimana prajurit hadir ketika dibutuhkan, menjaga kepercayaan, membantu masyarakat dalam situasi sulit, serta menjalankan tugas negara dengan profesional.
81 tahun TNI adalah perjalanan panjang. Tetapi setiap bertambah usia, tuntutan pengabdiannya juga semakin besar tetap kuat menjaga negara, sekaligus tetap dekat dengan rakyat yang dilindunginya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Pendim 0616/Indramayu,Diolah Redaksi










Komentar