Min.co.id | Madiun — Bagi sebagian orang, perjalanan dengan kereta api bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain. Duduk di kursi, menunggu kereta melaju meninggalkan stasiun, lalu menikmati perjalanan tanpa harus berhadapan langsung dengan kemacetan menjadi alasan transportasi ini tetap dipilih.
Gambaran itu terlihat dari aktivitas penumpang di wilayah kerja KAI Daop 7 Madiun. Sepanjang September 2026, sebanyak 466.021 pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api.
Jumlah tersebut naik 21.530 pelanggan dibandingkan September 2025 yang mencapai 444.491 orang. Secara persentase, kenaikannya sekitar 5 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kereta api masih memiliki tempat dalam mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan perjalanan antarkota dengan waktu tempuh dan jadwal yang lebih terukur.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan peningkatan jumlah penumpang menjadi salah satu gambaran bahwa masyarakat masih mempercayakan perjalanan mereka kepada moda transportasi kereta api.
“Peningkatan kinerja angkutan penumpang Daop 7 Madiun menunjukkan bahwa moda transportasi KA masih menjadi pilihan masyarakat. Kami terus berkomitmen mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama perjalanan,” kata Tohari, Minggu (4/10/2026).
Promo Tiket Ikut Mengerek Jumlah Penumpang
Kenaikan jumlah pelanggan pada September tidak berdiri sendiri. Salah satu momentum yang ikut mendorong pergerakan penumpang adalah rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 KAI.
Pada momentum tersebut, KAI menawarkan diskon tiket sebesar 19 persen untuk pembelian pada 28 September dengan periode keberangkatan hingga H+45.
Bagi calon penumpang, potongan harga semacam itu tentu menjadi salah satu pertimbangan ketika menentukan moda transportasi, terutama untuk perjalanan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.
Namun, perhatian KAI terhadap pelanggan tidak berhenti pada harga tiket.
Dalam momentum HUT ke-81 KAI, pelanggan juga mendapat berbagai merchandise dan sebanyak 300 nasi pecel pincuk khas Madiun.
Hal-hal sederhana semacam itu menjadi bagian dari pengalaman penumpang selama menggunakan layanan kereta api. Sebab, bagi pengguna transportasi massal, kenyamanan tidak hanya ditentukan oleh apakah kereta tiba di tujuan, tetapi juga bagaimana mereka diperlakukan selama perjalanan.
Hampir 4,7 Juta Pelanggan dalam Sembilan Bulan
Jika melihat periode yang lebih panjang, jumlah pengguna kereta api di wilayah Daop 7 Madiun bahkan mencapai jutaan orang.
Sepanjang Januari hingga September 2026, KAI Daop 7 Madiun mencatat 4.662.243 pelanggan telah diberangkatkan.
Angka itu meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 4.397.216 pelanggan.
Artinya, dalam sembilan bulan pertama 2026 saja, ada tambahan sekitar 265 ribu pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagi KAI, kenaikan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan kereta api, semakin besar pula tuntutan agar perjalanan tetap aman, nyaman dan dapat diandalkan.
Tohari menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang masih mempercayakan mobilitas mereka kepada kereta api.
“Atas kinerja positif ini, KAI Daop 7 Madiun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang diberikan dengan terus memilih moda transportasi kereta api untuk mendukung mobilitas,” ujarnya.
Menurut Tohari, pertumbuhan jumlah pelanggan akan diikuti dengan penguatan keselamatan, keamanan, keandalan sarana dan prasarana serta kelancaran operasional.
KAI Daop 7 Madiun juga menyatakan akan terus mengembangkan layanan dan fasilitas pelanggan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas perjalanan.
Pada akhirnya, angka 466.021 penumpang dalam satu bulan bukan hanya soal statistik. Di balik angka itu ada orang yang pulang menemui keluarga, pekerja yang bepergian antarkota, pelajar yang menempuh perjalanan, hingga masyarakat yang memilih kereta karena membutuhkan perjalanan yang lebih praktis.
Ketika jumlahnya terus bertambah, pekerjaan rumah bagi penyedia layanan pun semakin jelas: menjaga agar kepercayaan tersebut tidak berhenti sebagai angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan penumpang sejak berada di stasiun hingga tiba di tujuan.
Penulis: Chandra
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas KAI Daop 7 Madiun,Diolah Redaksi










Komentar