Maulid di Pesantren Jabalurrahmah, Pesan Polisi: Keamanan Kampung Jangan Dibiarkan Mati

Min.co.id | Ciamis – Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Pondok Pesantren Jabalurrahmah, Desa Gunungcupu, Sabtu (26/9/2026), bukan hanya menjadi ruang untuk memperingati kelahiran Nabi. Di tengah warga yang berkumpul, ada satu pesan lain yang ikut mengemuka: keamanan lingkungan tetap membutuhkan kepedulian bersama.

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi pembacaan Al-Qur’an, tawasul, tausiah hingga doa. Bhabinkamtibmas Desa Gunungcupu Aipda Hendi Suharyadi turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran polisi di tengah kegiatan keagamaan itu sekaligus menjadi kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan warga dan tokoh masyarakat.

Ketika Siskamling Mulai Dilupakan

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk, kegiatan ronda atau siskamling tidak selalu berjalan seperti dulu.

Padahal, keamanan lingkungan bukan hanya soal kehadiran aparat. Warga yang mengenal kondisi kampungnya sendiri memiliki peran penting untuk mengetahui lebih awal ketika ada sesuatu yang tidak biasa.

Karena itu, Bhabinkamtibmas mengajak warga kembali meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan siskamling sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Warga juga diminta tidak ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Babinsa apabila mengetahui perkembangan yang berpotensi mengganggu keamanan.

Polisi Hadir di Tengah Kegiatan Warga

Bagi masyarakat, kehadiran polisi dalam kegiatan keagamaan tidak harus selalu berarti ada persoalan keamanan.

Justru dari ruang-ruang seperti pengajian, peringatan Maulid atau kegiatan warga lainnya, komunikasi antara masyarakat dan aparat bisa dibangun secara lebih dekat.

Kapolsek Cikoneng Kompol H. Husen Sujana, S.H., M.H., mengatakan kehadiran anggota dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan kepolisian sekaligus menjaga situasi tetap aman.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, mengaktifkan kembali siskamling serta menjaga komunikasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” ujar Husen.

Menurutnya, komunikasi antara polisi, TNI, pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat dibutuhkan agar informasi mengenai persoalan keamanan dapat disampaikan lebih cepat.

Bukan Menunggu Kejahatan Terjadi

Pesan yang disampaikan polisi sebenarnya sederhana. Warga tidak diminta menunggu sampai terjadi pencurian, keributan atau gangguan keamanan baru kemudian bertindak.

Kepedulian bisa dimulai dari hal kecil: mengenali lingkungan, mengetahui aktivitas yang tidak biasa, menjaga komunikasi antarwarga dan menyampaikan informasi kepada pihak yang dapat menindaklanjutinya.

Peringatan Maulid di Pesantren Jabalurrahmah pun berjalan aman dan lancar. Namun, bagi warga Gunungcupu, pesan soal keamanan menjadi pengingat bahwa menjaga kampung bukan pekerjaan yang hanya bisa dilakukan aparat.

Polisi bisa hadir ketika dibutuhkan. Tetapi orang pertama yang melihat perubahan di lingkungan biasanya adalah mereka yang tinggal di sana.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis.Diolah Redaksi

Komentar

News Feed