Min.co.id | Ciamis – Bagi warga Desa Bangunharja, Pemilihan Kepala Desa bukan sekadar soal siapa yang nantinya duduk di kursi kepala desa. Di balik tahapan administrasi, pendaftaran bakal calon hingga pemutakhiran data pemilih, ada harapan yang jauh lebih sederhana: proses pemilihan berlangsung tertib dan tidak membuat hubungan antarwarga menjadi renggang.
Harapan itu menjadi penting karena Pilkades berlangsung di tengah kehidupan masyarakat yang sehari-hari saling berdekatan. Mereka bertetangga, bekerja bersama, dan tetap akan bertemu setelah seluruh tahapan pemilihan berakhir.
Karena itu, perkembangan tahapan Pilkades Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian bersama. Senin (14/9/2026), jajaran Polsek Cisaga melakukan monitoring di Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa Bangunharja.
Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Petugas memantau kesiapan panitia, termasuk administrasi kepanitiaan, pendataan dan pemutakhiran data pemilih, pendaftaran bakal calon kepala desa serta persiapan menuju tahapan berikutnya.
Bagi masyarakat, hal-hal tersebut mungkin terdengar administratif. Namun, justru dari proses itulah tahapan pemilihan ditentukan. Data pemilih harus diperbarui, calon harus mengikuti aturan, sementara panitia dituntut bekerja sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Di sisi lain, pengamanan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kehadiran kepolisian di tengah proses tersebut lebih diarahkan untuk membaca potensi persoalan sejak awal dan menjaga agar dinamika pemilihan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cisaga AKP Misman Asep Zaenal, S.Sos., mengatakan monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan setiap tahapan sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya persoalan.
“Monitoring ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk mengetahui perkembangan setiap tahapan sekaligus mengantisipasi apabila terdapat kendala maupun potensi permasalahan. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga netralitas, transparansi dan situasi kamtibmas agar Pilkades Bangunharja dapat berjalan aman, tertib dan kondusif,” ujar AKP Misman Asep Zaenal.
Bagi warga, pesan tersebut pada akhirnya kembali kepada satu hal: siapa pun yang nantinya terpilih, kehidupan desa harus tetap berjalan.
Persaingan dalam pemilihan adalah bagian dari demokrasi. Namun, setelah suara dihitung dan hasil ditetapkan, para calon, pendukung, panitia dan masyarakat tetap akan kembali menjadi bagian dari desa yang sama.
Karena itu, menjaga suasana tetap damai bukan hanya tugas panitia atau aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki peran untuk menerima perbedaan pilihan tanpa menjadikannya alasan untuk saling menjauh.
Seorang warga Bangunharja mengapresiasi monitoring yang dilakukan kepolisian. Kehadiran petugas dinilai dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi pengingat agar seluruh proses pemilihan berjalan sesuai aturan.
Monitoring di Sekretariat Panitia Pilkades Bangunharja berlangsung aman dan tertib. Tahapan pemilihan selanjutnya masih akan berjalan, dengan harapan seluruh proses dapat dilalui tanpa mengganggu hubungan sosial yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga desa.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar