Min.co.id | Gianyar – Penantian panjang Persebaya Surabaya akhirnya terbayar. Setelah 22 tahun tanpa trofi besar, Bajul Ijo kembali merasakan manisnya gelar juara setelah menaklukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti pada final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).
Persebaya harus melewati pertandingan panjang sebelum memastikan gelar. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit, sebelum Bajul Ijo menang 6-5 melalui adu penalti.
Muhammad Ramadhan Sananta membawa Persebaya unggul lebih dahulu pada menit ke-20 setelah memanfaatkan umpan Rachmat Irianto. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Empat menit kemudian, Patricio Matricardi mencetak gol penyama kedudukan untuk Persib. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir.
Ketegangan kemudian berlanjut ke titik putih. Penjaga gawang Reza Arya tampil penting dalam adu penalti dan membantu Persebaya mengamankan kemenangan 6-5.
Bagi Bernardo Tavares, kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Pelatih asal Portugal itu mengaku lega sekaligus bahagia karena pengalaman buruk dalam adu penalti yang pernah dialaminya akhirnya terbayar dengan hasil berbeda.
“Sebenarnya saya sudah mengalami pengalaman yang buruk, tapi hari ini saya sangat senang karena kita menang.”
Tavares juga menilai anak asuhnya memiliki sejumlah peluang untuk menyelesaikan pertandingan sebelum adu penalti. Namun, peluang-peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.
Menurutnya, kondisi fisik pemain juga menjadi salah satu tantangan. Jadwal pertandingan yang berdekatan membuat waktu pemulihan Persebaya lebih singkat dibandingkan Persib. Persebaya bermain semifinal pada malam hari, sementara Persib menjalani semifinal lebih awal.
Meski demikian, Tavares memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya yang tetap mampu menjaga semangat hingga pertandingan berakhir.
“Perasaan pemain kami hari ini sangat bagus. Kami unggul lebih dulu, tapi kami memiliki kesalahan dan kami kebobolan. Kami memiliki tiga atau empat kesempatan lagi, tapi kami tidak menang,” ujarnya.
Kemenangan atas Persib sekaligus menorehkan sejarah baru bagi Persebaya. Piala Presiden 2026 menjadi trofi pertama Bajul Ijo di turnamen tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang klub terhadap gelar besar.
“Kami meraih trofi Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Dan 22 tahun tanpa trofi besar, sejarah buruk itu sekarang berhenti,” kata Tavares.
Bagi Persebaya, trofi tersebut bukan hanya tentang kemenangan dalam satu pertandingan. Gelar itu menjadi penanda berakhirnya sebuah penantian dan membuka lembaran baru Bajul Ijo bersama Tavares menjelang kompetisi musim 2026/2027.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber:Diskominfo Jatim,diolah redaksi










Komentar