Min.co.id | Jakarta – Ketahanan sektor logistik nasional kembali tercermin pada kinerja awal tahun. PT Kereta Api Logistik mencatatkan volume angkutan barang mencapai sekitar 3,6 juta ton pada Triwulan I 2026, di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan optimal, meskipun periode awal tahun diwarnai sejumlah hari libur nasional.
“Capaian 3,6 juta ton ini didominasi oleh angkutan batu bara sebesar 2 juta ton. Selain itu, kontribusi juga datang dari layanan pra dan purna BBM/BBK sebanyak 769 ribu ton, peti kemas 663 ribu ton, angkutan semen dan limbah B3 sekitar 74 ribu ton, serta layanan ritel sebesar 18.671 ton,” ujarnya.
Kinerja positif juga terlihat pada layanan angkutan peti kemas yang tumbuh 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari 535 ribu ton menjadi 663 ribu ton. Peningkatan ini didorong oleh berbagai inovasi layanan serta penguatan kapasitas operasional.
Capaian tersebut sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang menempatkan sektor transportasi dan pergudangan sebagai salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni berkisar 10,8 hingga 11,6 persen secara tahunan.
Menurut Yuskal, hasil ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja di tengah kebutuhan pasar yang terus berkembang, sekaligus memperkuat peran logistik dalam mendukung konektivitas nasional.
“Kami terus berfokus pada inovasi layanan dan optimalisasi kapasitas angkut agar setiap segmen bisnis dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan rantai pasok nasional,” katanya.
Sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor industri manufaktur, KAI Logistik juga memperkuat posisinya sebagai mitra distribusi. Saat ini, sekitar 11 persen basis pelanggan perusahaan berasal dari sektor tersebut. Untuk mendukung kebutuhan ini, perusahaan tengah menyiapkan penambahan kapasitas angkutan peti kemas berbasis kereta api.
Selain itu, pertumbuhan juga tercatat pada layanan ritel melalui KALOG Express yang meningkat 27 persen. Volume pengiriman pada Triwulan I 2026 mencapai 18.671 ton, naik dari 14.649 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tren ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk memperluas jaringan layanan dengan menargetkan penambahan sekitar 70 titik baru sepanjang 2026.
KAI Logistik menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi melalui peningkatan kapasitas, inovasi layanan, serta ekspansi jaringan operasional.
Dengan capaian tersebut, perusahaan optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026 sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing ekonomi nasional.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: rilis resmi PT Kereta Api Logistik,diolah redaksi










Komentar