JAKARTA | Kini ada banyak alasan seseorang harus begadang mulai dari menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk, menonton serial favorit tanpa henti, perjalanan jauh, hingga berkumpul bersama teman sampai larut malam.
Namun, setelah kurang tidur, aktivitas harian tetap harus berjalan seperti biasa. Salah satu rutinitas yang kerap dipertanyakan adalah: bolehkah mandi setelah begadang?
Menurut dokter dan ahli kesehatan preventif, Yael Varnado, mandi setelah begadang tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahkan, mandi air dingin di pagi hari dapat membantu tubuh kembali segar.
Ia menjelaskan bahwa air dingin memicu respons sistem saraf yang membuat tubuh menjadi lebih waspada dan fokus. Kondisi ini juga meningkatkan asupan oksigen ke dalam tubuh sehingga detak jantung sedikit meningkat dan tubuh terasa “terbangun”.
Pendapat serupa disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dari RS Asri Jakarta, Kasim Rasjidi. Ia menegaskan bahwa anggapan mandi setelah begadang bisa menyebabkan kematian hanyalah mitos yang tidak benar secara medis.
Secara fisiologis, Air dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi), Air hangat menyebabkan pembuluh darah melebar (vasodilatasi).
Pada kondisi tertentu misalnya seseorang sudah memiliki penyempitan pembuluh darah di jantung atau otak paparan dingin mendadak memang bisa memicu masalah. Namun, kasus ini bersifat khusus dan tidak bisa digeneralisasi untuk semua orang.
Penjelasan tersebut juga pernah diulas dalam laporan kesehatan oleh Today yang menekankan bahwa efek mandi hanyalah respons tubuh normal, bukan penyebab utama gangguan kesehatan.
Para ahli justru mengingatkan bahwa risiko kesehatan datang dari kebiasaan kurang tidur yang berlangsung terus-menerus, seperti, meningkatnya risiko serangan jantung, stroke, penurunan konsentrasi, gangguan metabolisme, melemahnya daya tahan tubuh.
Artinya, yang perlu diwaspadai bukan aktivitas mandi setelah begadang, melainkan pola tidur yang tidak cukup dalam jangka panjang.










Komentar