SURABAYA | Laju impresif Persebaya Surabaya akhirnya terhenti. Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam, Bajul Ijo harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor tipis 1-2 setelah sebelumnya mencatat 13 pertandingan tanpa kekalahan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya tampil menekan dengan penguasaan bola dominan dan intensitas serangan tinggi. Namun, solidnya lini belakang Bhayangkara membuat sejumlah peluang emas tuan rumah tak berbuah gol. Tim tamu justru menunjukkan efektivitas permainan—memanfaatkan setiap celah yang ada.
Gol pembuka lahir pada menit ke-26 melalui skema bola mati yang dimaksimalkan dengan baik oleh Bhayangkara. Keunggulan itu semakin mengguncang publik GBT setelah tim tamu kembali mencetak gol di masa injury time babak pertama lewat serangan balik cepat yang tak mampu diantisipasi pertahanan Persebaya.
Memasuki babak kedua, Persebaya meningkatkan tempo permainan dan terus menggempur pertahanan lawan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-64 lewat gol balasan yang sempat membakar semangat kebangkitan. Sayangnya, meski tekanan terus dilancarkan hingga menit akhir, skor tak berubah dan Persebaya harus rela kehilangan poin di kandang sendiri.
Pelatih Bernardo Tavares mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan, menilai timnya memiliki cukup peluang untuk menghindari kekalahan. Hasil ini membuat Persebaya tertahan di papan tengah klasemen Liga 1, sementara Bhayangkara berhasil memperbaiki posisi sekaligus memutus tren positif tuan rumah.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa dominasi permainan tak selalu berbanding lurus dengan hasil, sementara efektivitas tetap menjadi kunci utama dalam persaingan ketat Liga 1 musim ini. (*)










Komentar