JAKARTA | Motor matic dikenal praktis dan mudah digunakan, namun di balik kenyamanannya terdapat komponen penting yang kerap luput dari perhatian, yakni kampas kopling ganda. Komponen ini memiliki peran vital dalam mengatur perpindahan tenaga dari mesin ke roda agar motor dapat berjalan dengan halus dan responsif.
Kampas kopling ganda bekerja secara otomatis mengikuti putaran mesin. Saat gas ditarik, putaran mesin meningkat dan kampas kopling akan mengembang lalu menempel pada rumah kopling. Proses inilah yang membuat tenaga mesin tersalurkan ke roda belakang sehingga motor mulai melaju tanpa perlu mengoperasikan kopling secara manual seperti pada motor bebek atau sport.
Fungsi utama kampas kopling ganda bukan hanya sebagai penghubung tenaga, tetapi juga menjaga akselerasi tetap stabil. Jika komponen ini bekerja optimal, tarikan motor terasa halus, tidak selip, dan tidak menimbulkan getaran berlebih. Sebaliknya, kampas yang mulai aus dapat menyebabkan gejala seperti motor terasa ngempos, bergetar saat awal jalan, hingga muncul bunyi kasar dari area CVT.
Selain memengaruhi performa, kondisi kampas kopling juga berhubungan dengan efisiensi bahan bakar. Kampas yang sudah tipis atau licin membuat tenaga mesin tidak tersalurkan secara maksimal sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Akibatnya, konsumsi BBM menjadi lebih boros dan kenyamanan berkendara menurun.
Karena itu, perawatan rutin pada sistem CVT, termasuk pengecekan kampas kopling ganda, sangat dianjurkan dilakukan secara berkala. Pembersihan dari debu, pemeriksaan ketebalan kampas, hingga penggantian saat sudah melewati batas pakai menjadi langkah penting agar motor matic tetap bertenaga, irit, dan aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari. (*)










Komentar