INDRAMAYU | Di tengah denyut zaman yang kian serba cepat, Pemerintah Kabupaten Indramayu memilih tidak sekadar mengikuti arus, tetapi menenunnya menjadi kain pelayanan baru bernama Wong Reang Apps. Sebuah super aplikasi yang digadang menjadi simpul dari berbagai layanan publik, agar warga tak lagi dipusingkan oleh banyak pintu digital yang terpisah.
Langkah itu dimatangkan melalui kegiatan Desk Aplikasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Indramayu di Aula Diskominfo, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan proses “menghidupkan ruh” aplikasi agar benar-benar bekerja, bukan hanya menjadi etalase teknologi.
Sebanyak 11 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilibatkan untuk mengisi konten dan memastikan data layanan selalu mutakhir. Sebab, aplikasi yang baik, seperti pelayanan yang baik, harus terus bernapas dan bergerak.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Indramayu, Heru Susanto, menekankan bahwa integrasi digital ini merupakan bagian dari misi besar membangun tata kelola pemerintahan yang cerdas melalui program Smart Governance.
“Aplikasi bukan hanya soal ada atau tidak ada. Aplikasi harus hidup, responsif, dan memberi manfaat nyata. Konsistensi pengelolaan konten menjadi kunci agar masyarakat percaya pada layanan digital pemerintah,” ujarnya.
Wong Reang Apps dirancang menyatukan 13 layanan publik utama dalam satu genggaman. Sebuah upaya menyederhanakan yang rumit, merapikan yang tercecer, sekaligus menjawab arahan pemerintah pusat agar tidak lagi muncul aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri.
Di dalamnya, masyarakat dapat mengakses berbagai fitur, mulai dari Dumas-yu untuk pengaduan warga, Pajak-yu untuk layanan pajak daerah, Adminduk-yu untuk administrasi kependudukan, hingga Pasar-yu & UMKM yang menghubungkan ekonomi lokal, serta Plesir-yu yang membuka jendela wisata Indramayu.
Menurut Heru, para admin SKPD memegang peran strategis sebagai penggerak utama di balik layar.
“Mereka adalah garda terdepan pelayanan digital. Jika data yang dihadirkan akurat dan terus diperbarui, maka masyarakat akan merasakan kemudahan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Indramayu berharap lahir budaya kerja baru—budaya yang tidak lagi bergantung pada tumpukan berkas, tetapi pada kecepatan, ketepatan, dan keterhubungan sistem.
Wong Reang Apps menjadi simbol perubahan zaman di Indramayu: dari pelayanan yang berjarak menjadi pelayanan yang dekat, dari banyak pintu menjadi satu akses, dari rumit menjadi ringkas.
Sebab di era digital, pelayanan bukan lagi soal seberapa jauh warga datang ke kantor, melainkan seberapa cepat pemerintah hadir di genggaman. (*ach)










Komentar