JAKARTA | Banyak pengendara kerap langsung menyalahkan aki ketika kendaraan sulit dihidupkan menggunakan electric starter. Padahal, masalah tidak selalu berasal dari sumber daya listrik tersebut, melainkan bisa disebabkan oleh kerusakan pada sistem starter itu sendiri.
Electric starter motor merupakan komponen penting yang berfungsi memutar mesin pada saat awal dinyalakan. Jika terjadi gangguan pada bagian ini, kendaraan akan sulit hidup meskipun kondisi aki masih baik.
Sejumlah teknisi otomotif menyebutkan, gejala kerusakan starter biasanya ditandai dengan munculnya bunyi “klik” saat tombol starter ditekan tanpa diikuti putaran mesin, starter terasa berat, atau kendaraan hanya bisa dihidupkan menggunakan kick starter.
“Sering kali aki dituduh soak, padahal setelah dicek justru dinamo starter yang bermasalah. Ini yang masih belum banyak dipahami pengguna kendaraan,” ujar salah satu mekanik bengkel di wilayah Jawa Barat.
Beberapa penyebab umum starter elektrik tidak berfungsi optimal antara lain carbon brush yang sudah aus, gear atau bendix kotor, kabel dan soket kelistrikan yang longgar atau berkarat, hingga kerusakan pada solenoid starter yang bertugas menyalurkan arus listrik utama.
Selain faktor usia pakai, minimnya perawatan juga menjadi pemicu. Starter yang jarang digunakan dapat mengalami kekakuan komponen akibat pelumas mengering, sehingga kinerjanya menurun.
Para pengendara diimbau tidak terburu-buru mengganti aki tanpa pemeriksaan menyeluruh. Langkah pengecekan sistem starter secara keseluruhan dinilai lebih efektif dan ekonomis dibanding langsung membeli komponen baru yang belum tentu menjadi sumber masalah.
Untuk menjaga performa starter tetap optimal, pengguna kendaraan disarankan melakukan servis berkala, memastikan sambungan kabel tetap bersih dan kencang, serta tidak menekan tombol starter terlalu lama agar komponen tidak cepat aus.
Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menangani gangguan kendaraan sekaligus menghindari pengeluaran yang tidak perlu akibat salah diagnosis kerusakan. (*)










Komentar