CIAMIS | Suasana dini hari di Desa Sindangasih mendadak gempar setelah sebuah rumah milik Ading dilalap api, Senin (9/2/2026). Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui warga sekitar sekitar pukul 04.05 WIB, saat kobaran api terlihat membumbung dari bagian atap dapur rumah korban.
Saksi mata, Dede Yayat, yang merupakan tetangga korban, mengaku melihat api menyala dari arah dapur saat hendak beraktivitas pagi. Ia pun langsung memberi tahu warga sekitar untuk meminta bantuan.
Warga setempat dengan sigap berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Tak berselang lama, satu unit armada Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bagian utama rumah.
Petugas Polsek Banjarsari Polres Ciamis Polda Jabar turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pendataan, pengamanan lokasi, serta memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan. Kehadiran aparat kepolisian ini merupakan bagian dari pelayanan cepat Polri dalam penanganan bencana kebakaran di tengah masyarakat.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, SH., S.I.K., melalui Kapolsek Banjarsari AKP Achmad Daryatno, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh tungku kompor yang belum sepenuhnya padam setelah digunakan memasak.
“Api diduga berasal dari tungku kompor yang masih menyala, kemudian merambat ke plafon dapur dan menyebabkan kebakaran,” jelas AKP Achmad Daryatno dalam keterangannya, Senin pagi.
Ia menambahkan, peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.45 WIB, namun baru diketahui warga dua puluh menit kemudian. Berkat kesigapan warga dan petugas, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Akibat kejadian tersebut, bagian dapur rumah berukuran sekitar 3×6 meter dari total luas bangunan 6×7 meter hangus terbakar. Kerugian materiil yang dialami korban ditaksir mencapai lebih dari Rp6 juta.
Kapolsek Banjarsari pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah tangga, khususnya yang disebabkan oleh kelalaian penggunaan alat pemicu api.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu memastikan kompor, tungku, obat nyamuk, maupun instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Kewaspadaan kecil dapat mencegah kerugian besar,” pungkasnya. (*)










Komentar