JAKARTA | Laju roda logistik berbasis rel kian tak terbendung. PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan kontainer sepanjang tahun 2025. Volume angkutan meningkat 8 persen, dari 2,3 juta ton pada 2024 menjadi 2,5 juta ton, menegaskan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan KALOG Plus sebagai solusi distribusi barang skala besar yang andal, tepat waktu, dan efisien.
Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, mengungkapkan bahwa kinerja positif tersebut semakin terasa pada triwulan IV 2025. Pada periode ini, volume angkutan kontainer melonjak hingga sekitar 17 persen atau menembus lebih dari 701 ribu ton, jauh di atas rata-rata tiga triwulan sebelumnya yang berada di kisaran 600 ribu ton.
“Tren ini menunjukkan permintaan yang terus meningkat sekaligus kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan KAI Logistik yang semakin solid,” ujar Fahdel.
Peningkatan volume tersebut tidak datang begitu saja. Sepanjang 2025, KAI Logistik melakukan berbagai langkah optimalisasi layanan, salah satunya melalui penguatan segmen angkutan reefer. Pertumbuhan pada segmen ini menegaskan posisi kereta api sebagai moda distribusi yang semakin dipercaya untuk pengiriman produk segar dan barang perishable.
Dari sisi infrastruktur, KAI Logistik juga terus memperluas kapasitas operasional. Peningkatan kapasitas Container Yard (CY) Klari memungkinkan penambahan volume hingga sekitar 1.360 TEUs per bulan. Selain itu, pengembangan Kawasan Ronggowarsito serta pengoperasian KA KALOG 3 turut memperkuat daya angkut dan fleksibilitas layanan.
Tak hanya fokus pada kapasitas, KAI Logistik juga memperluas layanan bernilai tambah. Pada 2025, sertifikasi halal diperluas ke Terminal Ronggowarsito, melengkapi tiga terminal lain yang telah lebih dulu tersertifikasi, yakni Terminal Barang Area Sungai Lagoa, Klari, dan Kalimas. Langkah ini memberikan kepastian kepatuhan syariah bagi pelanggan, khususnya di sektor industri halal seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta produk FMCG.
Dari sisi pelanggan, angkutan kontainer KAI Logistik didominasi perusahaan forwarding dengan kontribusi sekitar 85 persen, seiring meningkatnya kebutuhan konsolidasi muatan dan distribusi antarkawasan. Sektor FMCG menyumbang sekitar 11 persen, didorong oleh permintaan distribusi yang stabil, sementara sektor shipping dan logistik pelayaran berkontribusi sekitar 4 persen.
Seiring pertumbuhan bisnis, KAI Logistik juga memperkuat komitmennya terhadap green logistics. Tidak berhenti pada pencantuman informasi emisi dalam invoice pelanggan, perusahaan telah menerapkan perhitungan emisi Gas Rumah Kaca Tier 3 serta pelaporan emisi sesuai standar ISO 14083.
“KAI Logistik menjadi pionir dalam implementasi standar ini di sektor logistik perkeretaapian,” tegas Fahdel.
Ke depan, KAI Logistik berkomitmen untuk terus berinovasi melalui penambahan relasi, peningkatan kapasitas angkut, serta pengembangan layanan dan infrastruktur logistik berkelanjutan.
“Langkah ini kami lakukan untuk menjawab kebutuhan pelanggan sekaligus memperkuat ekosistem logistik nasional yang lebih hijau dan efisien,” pungkas Fahdel. (*)









Komentar