JAKARTA | Televisi masa kini bukan lagi sekadar kotak bergambar yang menayangkan acara favorit. Dalam satu dekade terakhir, TV berubah menjadi perangkat supercerdas yang mampu melakukan hampir segala hal dari hiburan, pendidikan, hingga mengendalikan rumah.
Kini, TV modern hadir dengan kualitas layar ultra-jernih, mulai dari 4K, 8K, hingga teknologi OLED dan QLED yang membuat warna terlihat seperti nyata dan kontras sedalam ruang kosong. Setiap adegan film menjadi hidup, setiap tayangan olahraga tampak lebih dramatis, dan gim tampil begitu mulus tanpa lag.
Tak berhenti di situ, kecerdasan TV generasi baru semakin terasa lewat fitur Smart TV. Pengguna cukup berbicara, dan asisten suara seperti Google Assistant atau Alexa langsung menjalankan perintah: mengganti channel, mencari film, sampai mengatur lampu rumah.
TV modern juga menjadi pusat hiburan keluarga. Platform streaming seperti Netflix, YouTube, hingga layanan lokal semuanya terhubung hanya dengan sentuhan jari. Bahkan, beberapa TV kini dibekali AI Upscaling, yang meningkatkan kualitas video agar terlihat lebih tajam walaupun berasal dari rekaman lama.
Lebih canggih lagi, TV masa kini bisa digunakan untuk video conference, bermain gim tanpa konsol, memantau CCTV rumah, hingga digunakan sebagai kanvas digital untuk menampilkan karya seni.
Transformasi ini membuat televisi tak lagi sekadar media menonton, tetapi jantung teknologi rumah tangga yang menyatukan hiburan, kecerdasan buatan, dan desain futuristis.
Kehebatan TV zaman sekarang membuktikan bahwa masa depan bukan datang tiba-tiba ia pelan-pelan muncul lewat layar di ruang keluarga kita. (*)







![Screenshot_2020-02-12 Tingkatkan Performa Wirausaha, Dosen Untag Lakukan Analisis data K-Means Cluster Dinas Komunikasi dan[...]](https://min.co.id/wp-content/uploads/2020/02/Screenshot_2020-02-12-Tingkatkan-Performa-Wirausaha-Dosen-Untag-Lakukan-Analisis-data-K-Means-Cluster-Dinas-Komunikasi-dan...-2-150x150.png)

Komentar