JAKARTA | Banyak pemilik mobil masih mengira ban yang terlihat tebal berarti aman digunakan. Padahal, ban mobil memiliki masa kedaluwarsa yang kerap luput dari perhatian. Ban yang sudah melewati usia pakainya berisiko menurunkan keselamatan berkendara, meskipun kondisi fisiknya tampak baik.
Salah satu cara paling akurat untuk mengetahui usia ban adalah dengan memeriksa kode produksi (DOT) yang tercetak di dinding ban. Empat angka terakhir pada kode DOT menunjukkan minggu dan tahun pembuatan ban. Misalnya, kode 2421 berarti ban diproduksi pada minggu ke-24 tahun 2021.
Secara umum, ban mobil yang berusia lebih dari lima tahun sejak tanggal produksi sudah mulai mengalami penurunan kualitas karet. Para ahli menyarankan ban diganti meskipun tapaknya masih tebal, terutama jika mobil digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau kecepatan tinggi.
Selain usia, kondisi fisik ban juga menjadi indikator penting. Ban yang sudah kedaluwarsa biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti retakan halus di dinding ban, karet mengeras, warna kusam, hingga muncul benjolan. Gejala lain yang sering dirasakan pengemudi adalah getaran tidak wajar saat mobil melaju.
Indikator keselamatan lainnya adalah Tread Wear Indicator (TWI) atau penanda keausan tapak ban. Jika permukaan tapak sudah sejajar dengan TWI, maka ban wajib diganti, tanpa memandang usia pemakaian.
Faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap usia ban. Paparan panas matahari berlebih, tekanan angin yang tidak sesuai, beban kendaraan berlebihan, serta mobil yang terlalu lama tidak digunakan dapat mempercepat proses penuaan ban.
Pabrikan ban umumnya merekomendasikan penggantian ban maksimal 10 tahun sejak tanggal produksi, dengan usia ideal pemakaian di kisaran 5–6 tahun. Mengabaikan batas usia ini dapat meningkatkan risiko ban pecah mendadak atau kehilangan daya cengkeram, terutama di jalan basah.
Kesadaran akan masa kedaluwarsa ban menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara. Karena itu, pengemudi diimbau untuk rutin memeriksa kondisi dan usia ban, serta tidak hanya mengandalkan tampilan luar semata.
Dengan memahami usia dan kondisi ban, pengemudi dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman. (*)










Komentar