JAKARTA | Di tengah dinamika industri logistik nasional yang terus bergerak cepat, KAI Logistik kembali membuktikan ketangguhannya. Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja impresif, mengelola distribusi barang hingga 22,9 juta ton sepanjang tahun.
Capaian tersebut menegaskan posisi KAI Logistik sebagai pemain strategis dalam ekosistem logistik nasional berbasis kereta api. Dari total volume tersebut, sektor batu bara masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi sekitar 16,9 juta ton, disusul layanan pra dan purna BBM/BBK sebesar 3,1 juta ton, angkutan kontainer sebanyak 2,5 juta ton, serta semen dan limbah B3 sekitar 432 ribu ton. Sementara layanan ritel dan kurir mencatat pengelolaan sebesar 65,6 ribu ton.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyebut tahun 2025 sebagai fase penuh tantangan sekaligus momentum konsolidasi bisnis. Meski volume angkutan secara total sedikit terkoreksi dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja keuangan justru menunjukkan sinyal positif.
“Di tengah tekanan industri, khususnya pada komoditas batu bara, KAI Logistik tetap mampu membukukan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 4 persen, dengan nilai mencapai Rp1,1 triliun,” ujar Yuskal.
Menurutnya, tantangan pada satu sektor berhasil diimbangi oleh pertumbuhan signifikan pada segmen lainnya. Layanan kontainer tumbuh 8 persen, didorong penambahan rangkaian dan perjalanan KA Kontainer, penguatan ekosistem logistik halal, hingga penerapan prinsip green logistics melalui pencantuman emisi karbon pada invoice pelanggan.
Sementara itu, layanan Limbah B3 mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan 37 persen, melampaui capaian tahun sebelumnya. Tak kalah penting, layanan ritel KAI Logistik juga melesat 11 persen, seiring ekspansi jaringan ke berbagai wilayah, penambahan service point, serta penguatan layanan digital melalui aplikasi KAI Logistik TRAX.
Tak berhenti di rel, KAI Logistik sepanjang 2025 juga memperluas sayap bisnis melalui pengembangan freight forwarding dan project logistics untuk menangani angkutan berskala besar. Penguatan infrastruktur turut dilakukan lewat pembangunan gudang berkonsep ramah lingkungan di Cirebon, lengkap dengan pemanfaatan panel surya untuk efisiensi energi.
“Capaian ini menjadi pijakan penting bagi KAI Logistik untuk melangkah lebih kuat di 2026. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan daya saing agar tetap relevan menjawab tantangan industri logistik ke depan,” pungkas Yuskal.
Dengan strategi adaptif dan berkelanjutan, KAI Logistik terus menegaskan bahwa rel kereta bukan sekadar jalur transportasi, melainkan nadi penting penggerak distribusi dan ekonomi nasional. (*)










Komentar