JAKARTA | Luka di kulit sering dianggap sepele. Tergores pisau dapur, jatuh dari motor, atau tersandung meja—cukup dibersihkan, diberi obat, lalu dibiarkan sembuh sendiri. Namun, anggapan itu tidak berlaku bagi penderita diabetes. Pada kondisi ini, luka kecil bisa berubah menjadi ancaman serius.
Tingginya kadar gula darah membuat proses penyembuhan luka pada penderita diabetes berjalan jauh lebih lambat. Tak hanya itu, daya tahan tubuh yang menurun serta kerusakan pembuluh darah dan saraf menjadikan luka lebih mudah terinfeksi dan sulit pulih. Inilah yang membedakan luka diabetes dengan luka biasa.
Memahami perbedaannya menjadi langkah penting agar bahaya dapat dideteksi sejak dini dan komplikasi berat bisa dicegah.
Perbedaan Luka Diabetes dan Luka Biasa
1. Waktu Penyembuhan yang Jauh Berbeda
Luka biasa umumnya pulih dalam waktu 1–2 minggu dengan perawatan sederhana. Sebaliknya, luka diabetes bisa bertahan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan meski telah dirawat rutin.
2. Nyeri yang Tidak Selalu Terasa
Pada luka biasa, rasa sakit biasanya sebanding dengan luas luka. Namun pada penderita diabetes, kerusakan saraf (neuropati) bisa membuat luka terasa tidak nyeri sama sekali atau justru terasa berlebihan dan tidak wajar.
3. Risiko Infeksi Lebih Tinggi
Jika luka biasa relatif aman selama kebersihan terjaga, luka diabetes justru sangat rentan infeksi. Tanda-tandanya antara lain kemerahan, pembengkakan, nanah, bau tidak sedap, hingga munculnya jaringan mati di sekitar luka.
4. Ancaman Komplikasi Serius
Luka biasa jarang berujung komplikasi berat. Sementara itu, luka diabetes yang terlambat ditangani dapat berkembang menjadi infeksi parah hingga berisiko amputasi.
5. Perubahan Warna yang Mengkhawatirkan
Kurangnya aliran darah membuat luka diabetes dapat berubah warna menjadi kehitaman, kebiruan, atau tampak pucat. Kondisi ini jarang terjadi pada luka biasa.
6. Lokasi Luka yang Khas
Luka diabetes paling sering muncul di kaki, terutama di telapak, tumit, dan jari kaki—area yang sering menopang beban tubuh. Luka biasa, sebaliknya, bisa terjadi di bagian tubuh mana saja akibat benturan atau goresan.
Waspada Sejak Luka Masih Kecil
Bagi penderita diabetes, luka bukan sekadar masalah kulit, melainkan peringatan dini. Perawatan yang tepat, kontrol gula darah, serta pemeriksaan rutin menjadi kunci utama agar luka tidak berkembang menjadi kondisi yang mengancam.
Karena pada diabetes, luka kecil bisa menjadi awal dari masalah besar jika diabaikan. (*)










Komentar