JAKARTA | Menstruasi kerap hadir tanpa kompromi. Nyeri perut, tubuh terasa lemas, perut kembung, hingga suasana hati yang naik turun sering kali menjadi “paket lengkap” yang harus dihadapi para wanita setiap bulan. Tak heran, banyak yang mencari cara instan agar tubuh terasa lebih nyaman saat haid datang.
Di tengah keluhan tersebut, bir dan minuman beralkohol kerap dianggap sebagai pelarian sementara. Sensasi rileks setelah meneguknya membuat sebagian orang percaya bahwa bir bisa meredakan nyeri haid. Namun benarkah demikian? Ataukah justru menyimpan dampak yang jarang disadari?
Secara medis, hingga saat ini manfaat minum bir saat menstruasi belum terbukti. Efek tenang yang dirasakan setelah mengonsumsi alkohol sejatinya hanya berlangsung sesaat. Alkohol bekerja dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat, bukan mengatasi sumber utama nyeri menstruasi.
Alih-alih memberi solusi, konsumsi bir saat haid justru berpotensi memicu berbagai masalah. Salah satunya adalah gangguan keseimbangan hormon. Alkohol dapat memengaruhi hormon reproduksi, yang dalam jangka panjang berisiko membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur atau perdarahan lebih berat.
Tak hanya itu, bir juga dapat memperparah nyeri haid. Bukannya mengurangi rasa sakit, alkohol justru bisa meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap nyeri. Akibatnya, kram perut, sakit kepala, hingga gejala PMS seperti emosi tidak stabil bisa terasa lebih intens.
Masalah lain yang sering luput dari perhatian adalah dehidrasi. Alkohol bersifat diuretik, membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Saat menstruasi, kondisi ini bisa memperburuk kram perut dan membuat tubuh semakin lemas.
Dari sisi pencernaan, bir juga bukan pilihan aman. Minuman ini dapat memicu kembung, mual, diare, hingga peningkatan asam lambung, terutama ketika kondisi perut sedang sensitif selama haid.
Lebih jauh lagi, konsumsi alkohol secara rutin membawa risiko kesehatan jangka panjang. Mulai dari gangguan fungsi hati dan ginjal, peningkatan risiko kanker, hingga memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Menstruasi memang bukan masa yang mudah bagi banyak wanita. Namun, memilih cara yang tepat untuk meredakan keluhan menjadi kunci utama. Alih-alih mencari kenyamanan instan lewat bir, menjaga pola makan, cukup minum air putih, beristirahat, dan berkonsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah paling aman.
Karena di balik sensasi rileks sesaat, bir saat haid bisa berubah dari “teman” menjadi masalah yang tak disadari. (*)






Komentar