CIAMIS | Suasana Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, mendadak gempar setelah warga menemukan jasad bayi laki-laki di aliran Sungai Cigarunggang, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Penemuan memilukan itu terjadi di kawasan Pesantren Bahrul Ulum, Dusun Kertanagara.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat bayi tersebut. Ia menjelaskan, jasad bayi pertama kali diketahui oleh dua warga yang sedang beraktivitas di sekitar sungai.
“Mayat bayi ditemukan di Sungai Cigarunggang, wilayah Pesantren Bahrul Ulum, Desa Sindangsari. Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat keduanya hendak mengangkat kasur yang dijemur di tepi sungai. Salah satu saksi kemudian melihat benda mencurigakan terbawa arus air. Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan jasad seorang bayi.
Temuan itu segera dilaporkan kepada pimpinan Pesantren Bahrul Ulum, Ahmad Yusuf M, yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Kepala Dusun Kertanagara, Emis Misbah, sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Kawali bersama Tim Inafis Polres Ciamis langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap jasad bayi.
Kapolsek Kawali, AKP Iis Yeni Idaningsih, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki.
“Dugaan sementara, bayi dibuang ke sungai saat kondisi air sedang meluap,” jelasnya.
Hingga saat ini, polisi telah memintai keterangan sejumlah saksi dan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap latar belakang serta pelaku yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa tragis tersebut.
“Kasus ini masih kami dalami untuk mengetahui secara pasti penyebab dan pelaku pembuangan bayi,” pungkas AKP Iis Yeni.
Peristiwa ini menyisakan duka dan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan perlindungan terhadap kehidupan anak sejak dini. (*)









Komentar