Dari Puing Kepedihan Menuju Rumah Harapan: Kapolda Jabar Resmikan Hunian Layak di Cianjur

CIANJUR | Di tengah sejuknya Kabupaten Cianjur, sebuah rumah sederhana berdiri dengan cerita yang tak biasa. Jumat (16/1/2026) menjadi hari penuh makna ketika Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan bersama Pejabat Utama Polda Jabar dan Komunitas Bagong Mogok meresmikan secara simbolik hasil Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RuTiLaHu) milik warga yang sebelumnya hidup dalam keprihatinan.

Rumah tersebut menyimpan jejak duka mendalam. Dahulu, hunian itu ditempati almarhum Wahyu yang wafat pada 2 Agustus 2025, disusul sang istri almarhumah Ibu Sopiah pada 5 September 2025. Kini, tiga orang anak mereka mendapatkan harapan baru—tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa program RuTiLaHu bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud kepedulian nyata Polri terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Alhamdulillah, Polda Jabar bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur dan komunitas sosial Bagong Mogok hari ini menyerahkan rumah yang telah dibangun untuk keluarga almarhum Wahyu. Harapannya, tiga orang putra-putrinya dapat hidup lebih layak dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut, Irjen Rudi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus tergerak membantu warga yang hidup dalam keterbatasan.

“Kita sama-sama menyelamatkan dan membangun kehidupan anak-anak kita ini agar mereka terlindungi dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” ungkapnya penuh harap.

Tak hanya rumah, bantuan berkelanjutan juga diberikan. Dua ekor domba diserahkan kepada keluarga sebagai bentuk dukungan ekonomi jangka panjang.

“Domba-domba ini diharapkan berkembang, beranak-pinak, dan memberi manfaat bagi keluarga almarhum Wahyu,” tambah Kapolda.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polda Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial.

“Insya Allah, kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi sosial, dan perusahaan untuk kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” tutup Irjen Rudi.

Dari duka yang mendalam, kini tumbuh secercah harapan. Sebuah rumah bukan sekadar bangunan, melainkan awal baru bagi masa depan.(*)

Komentar

News Feed