SURABAYA | Kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api terus melaju tanpa rem. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat kinerja gemilang sepanjang tahun 2025, dengan lonjakan jumlah penumpang yang menandai semakin kuatnya pilihan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, KAI Daop 8 Surabaya melayani sebanyak 6.057.816 penumpang. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 5.864.312 pelanggan sebuah capaian yang menunjukkan tren positif dan berkelanjutan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (13/1/2026), menyebut pertumbuhan tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh insan KAI yang konsisten melakukan pembenahan layanan dari waktu ke waktu.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api. Capaian ini menjadi semangat bagi KAI Daop 8 Surabaya untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik lagi pada tahun 2026, dengan tetap mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,” ujar Mahendro.
Menurutnya, peningkatan jumlah pelanggan tidak datang begitu saja. Berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari peningkatan fasilitas stasiun, pembenahan sarana dan prasarana, peningkatan keandalan perjalanan, hingga optimalisasi layanan pelanggan di lapangan.
Tak hanya fokus pada kenyamanan, KAI Daop 8 Surabaya juga menempatkan keselamatan dan ketepatan waktu sebagai prioritas utama operasional. Inovasi layanan dan penyesuaian pola operasi terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.
Memasuki tahun 2026, KAI Daop 8 Surabaya membidik target ambisius dengan rata-rata volume penumpang harian mencapai 19.415 pelanggan. Target tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan transportasi publik yang andal, berkelanjutan, serta mampu mendukung konektivitas wilayah Jawa Timur.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan agar mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat yang terus berkembang,” pungkas Mahendro. (*)










Komentar