Sekolah Bangkit di Tengah Bencana, Mendikdasmen Pastikan Belajar di Sumut Aktif Kembali Awal Januari

JATIM | Harapan baru menyala di tengah bayang-bayang bencana yang melanda Sumatera Utara. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana dapat kembali berjalan mulai 5 Januari 2026.

Kepastian itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026). Pemerintah, kata dia, menerapkan pendekatan adaptif dan fleksibel, dengan menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan kondisi nyata di masing-masing satuan pendidikan.

“Pendidikan tidak boleh berhenti meskipun berada dalam situasi darurat. Yang terpenting, anak-anak tetap mendapatkan hak belajarnya,” tegas Abdul Mu’ti.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tercatat 1.215 sekolah di Sumatera Utara terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 1.157 sekolah atau sekitar 95,23 persen telah dinyatakan siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara aktif mulai awal Januari.

Sementara itu, 19 sekolah atau sekitar 1,6 persen masih menjalankan pembelajaran dengan memanfaatkan tenda darurat. Adapun 29 sekolah lainnya atau sekitar 2,4 persen masih dalam tahap pembersihan pascabencana, namun sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar secara terbatas.

Abdul Mu’ti menegaskan, bagi sekolah yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah telah menyiapkan kurikulum khusus agar proses pembelajaran tetap efektif meski di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

“Kami menyesuaikan model pembelajaran agar tetap relevan dan tidak memberatkan peserta didik maupun guru,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, para tenaga pendidik, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan sektor pendidikan di Sumatera Utara.

“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan cepat dan anak-anak tidak kehilangan waktu belajar,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed