Dari Jatisura ke Istana Korea: Aksi Heroik PMI Indramayu Digganjar Penghargaan Presiden

INDRAMAYU |  Nama Sugianto (31), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, kini harum hingga level internasional. Pemuda Indramayu itu menerima penghargaan langsung dari Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung atas aksi kemanusiaannya saat kebakaran hutan melanda Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025 lalu.

Sugianto menjadi satu dari 11 penerima penghargaan kenegaraan Korea Selatan yang dinilai berjasa di bidang olahraga, budaya, pelayanan publik, dan kemanusiaan. Ia diapresiasi karena keberaniannya mengevakuasi warga lanjut usia dari kawasan permukiman yang terancam kobaran api.

Saat kebakaran hutan meluas dan situasi kian genting, Sugianto yang bekerja sebagai awak kapal perikanan tidak tinggal diam. Di tengah medan berbukit, gelap akibat listrik dan jaringan komunikasi lumpuh, ia berinisiatif mengetuk pintu rumah warga satu per satu, membangunkan para lansia, menuntun bahkan menggendong mereka menjauh dari lokasi berbahaya hingga seluruh korban berhasil diselamatkan.

Aksi spontan penuh empati itu mendapat perhatian luas pemerintah Korea Selatan. Dalam acara resmi kenegaraan, Presiden Lee Jae-Myung menganugerahkan medali dan penghargaan secara langsung kepada Sugianto sebagai bentuk penghormatan atas keberanian dan kepeduliannya terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Tak hanya itu, Pemerintah Korea Selatan juga tengah mempertimbangkan pemberian visa jangka panjang (F-2) kepada Sugianto sebagai bentuk apresiasi lanjutan atas kontribusinya.

Penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya Kabupaten Indramayu. Kisah Sugianto menunjukkan bahwa Pekerja Migran Indonesia tidak hanya berperan dalam sektor ekonomi, tetapi juga mampu tampil sebagai duta kemanusiaan yang membawa nama bangsa di kancah dunia. (*)

Komentar

News Feed