Air Mata Bahagia di Balik Seragam: Kenaikan Pangkat Jadi Momen Haru Keluarga Besar Polda Jabar

BANDUNG | Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti lingkungan Markas Polda Jawa Barat saat Upacara Kenaikan Pangkat Personel Polri dan PNS periode 1 Januari 2026 digelar, Jumat (2/1/2026). Bukan sekadar seremoni resmi, upacara ini berubah menjadi peristiwa emosional yang menyatukan kebanggaan, doa, dan pengorbanan keluarga.

Deretan wajah bahagia tampak di antara para istri, suami, anak, dan keluarga besar yang hadir. Mereka menyaksikan secara langsung momen sakral penyematan pangkat baru—sebuah simbol kepercayaan negara sekaligus tanggung jawab yang kian besar bagi anggota Polri.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. dalam amanatnya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat. Menurutnya, pangkat bukan sekadar perubahan atribut, melainkan refleksi dari dedikasi, loyalitas, serta kinerja yang telah teruji.

“Di balik kenaikan pangkat, ada kerja keras, disiplin, dan pengabdian yang panjang. Ini adalah amanah yang harus dijaga dengan integritas dan tanggung jawab,” tegas Kapolda.

Pada periode ini, sebanyak 588 personel Polda Jabar menerima kenaikan pangkat, yang terdiri dari Perwira Menengah, Perwira Pertama, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil. Angka tersebut bukan hanya menunjukkan kekuatan personel, tetapi juga besarnya tuntutan profesionalisme yang harus diemban ke depan.

Kapolda Jabar juga memberikan penghargaan khusus kepada keluarga besar personel Polri dan PNS. Ia menegaskan bahwa dukungan keluarga adalah energi moral yang tak ternilai, terutama dalam menghadapi kompleksitas tugas kepolisian yang menuntut kesiapsiagaan setiap saat.

Usai upacara, momen kebersamaan antara personel dan keluarga menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Pelukan, senyum, dan doa menjadi bukti bahwa setiap kenaikan pangkat bukanlah perjalanan seorang diri, melainkan hasil perjuangan bersama.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa upacara ini menjadi pengingat kuat bahwa di balik seragam dan pangkat, ada keluarga yang setia mendukung dan berharap.

“Di balik keberhasilan anggota Polri, ada keluarga yang ikut berjuang. Mereka adalah kekuatan sunyi yang menopang pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Upacara kenaikan pangkat ini pun menjadi cermin bahwa pengabdian Polri bukan hanya tentang tugas dan kewenangan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral yang dijaga bersama keluarga—dalam senyap, doa, dan ketulusan. (*)

Komentar

News Feed