JAKARTA | KAI Logistik kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung logistik perkeretaapian nasional. Melalui layanan KALOG Pro – Project Logistic, satu unit Multi Tie Tamper (MTT) milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil dikirim dari Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan menuju Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, dalam sebuah operasi logistik berdimensi dan berbobot khusus.
Pengiriman alat berat strategis seberat kurang lebih 35 ton ini bukan sekadar distribusi barang, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas dan keselamatan jalur rel di Indonesia. Multi Tie Tamper dikenal sebagai “dokter rel”, berfungsi memadatkan batu ballast, menstabilkan posisi rel, serta memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan kereta api.
Manajer Wilayah Barat KAI Logistik, Yudy Armand Arief, menyebut keberhasilan pengiriman MTT menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam menangani logistik proyek berisiko tinggi.
“MTT merupakan alat vital dalam perawatan jalur kereta api. Keberhasilan pengiriman ini menunjukkan kapabilitas KAI Logistik dalam mendukung kelancaran operasional perkeretaapian nasional,” ujar Yudy.
Pengiriman dimulai dari Stasiun Arjawinangun pada 1 Desember 2025 dan tiba di Kuala Tanjung pada 15 Desember 2025. Dalam perjalanannya, pengangkutan melibatkan rute darat dan laut, termasuk penyeberangan Merak–Bakauheni, di tengah tantangan cuaca musim hujan yang berpotensi mengganggu stabilitas pengiriman.
“Pengangkutan alat berat memiliki kompleksitas tersendiri, apalagi di kondisi cuaca kurang bersahabat. Namun dengan perencanaan matang, koordinasi lintas pihak, serta penerapan standar keselamatan ketat, seluruh proses berjalan aman dan lancar,” jelas Yudy.
Untuk mendukung proses muat dan bongkar, KAI Logistik mengerahkan kendaraan lowbed long chassis serta mobile crane berkapasitas 50–80 ton. Seluruh rangkaian pengiriman juga dilengkapi Marine Cargo Insurance, guna memberikan perlindungan optimal terhadap potensi risiko selama perjalanan.
Pengiriman ini melibatkan sinergi lintas unit, mulai dari Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan sebagai titik asal hingga Depo Mekanik Tebing Tinggi sebagai penerima akhir, dengan dukungan penuh PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta mitra strategis KAI Logistik.
Yudy menambahkan, sejak tahun 2022 KAI Logistik secara konsisten dipercaya menangani pengiriman MTT dan berbagai sarana perawatan jalur rel lainnya.
“Kepercayaan ini menjadi bukti kapabilitas kami sekaligus membuka peluang berkelanjutan bagi pengiriman heavy cargo di masa depan. Melalui KALOG Pro, kami terus memperkuat peran sebagai mitra strategis logistik proyek yang andal, aman, dan terintegrasi,” pungkasnya.
Keberhasilan pengiriman MTT ini menjadi simbol bagaimana logistik presisi bekerja di balik layar, memastikan rel-rel di Nusantara tetap kokoh, aman, dan siap menggerakkan mobilitas bangsa. (*)










Komentar