JAKARTA | Di tengah denyut zaman yang bergerak cepat, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menapaki rel baru bukan sekadar rel baja, melainkan rel digital. Melalui aplikasi KAI Logistik Trax, perusahaan ini membuktikan bahwa dunia logistik kini tak lagi rumit, cukup sekali sentuh di layar genggam.
Sepanjang 2025, Trax menjelma menjadi “gerbong digital” favorit pelanggan. Hingga November, aplikasi ini telah diunduh 28.589 kali, tumbuh 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari sekadar angka, lonjakan ini mencerminkan pergeseran kepercayaan publik terhadap layanan logistik yang cepat, transparan, dan serba digital.
Tak berhenti di situ, jumlah pengguna terdaftar juga melesat 31 persen, dari 13.834 akun pada 2024 menjadi 18.109 pengguna pada 2025. Sebuah sinyal kuat bahwa logistik kini bukan hanya soal jarak, tetapi soal pengalaman.
Manager of Marketing and Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, menyebut capaian ini sebagai hasil konsistensi perusahaan dalam merespons perubahan perilaku pelanggan.
“Kami ingin menghadirkan logistik yang mudah, jujur, dan bisa dipantau. Trax adalah jawaban kami terhadap kebutuhan pelanggan yang ingin semuanya serba cepat dan transparan,” ungkap Ayi.
Efek digitalisasi ini terasa nyata di lapangan. Volume pengiriman barang melalui aplikasi Trax hingga November 2025 mencapai 71.439 kilogram, melonjak tajam 127 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut seakan menjadi saksi bahwa rel digital KAI Logistik kini semakin padat dilalui kepercayaan pelanggan.
Lewat Trax, pelanggan dapat memesan layanan pengiriman, menjadwalkan penjemputan, memantau perjalanan barang secara real time, hingga mengecek tarif dan lokasi service point semuanya tanpa harus beranjak dari tempat duduk.
Menjawab kebutuhan zaman yang terus bergerak, KAI Logistik juga mempercantik “wajah” Trax dengan pembaruan desain UI/UX yang lebih segar dan intuitif. Aplikasi kini tampil lebih rapi, ringan, dan bersahabat, seolah mengajak pengguna bertualang dalam pengalaman logistik yang lebih nyaman.
Tak kalah penting, penguatan sistem juga dilakukan untuk menghadapi lonjakan pengiriman pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Monitoring performa aplikasi, penyesuaian kapasitas sistem, hingga perawatan preventif dijalankan demi memastikan layanan tetap stabil di tengah tingginya mobilitas barang.
“Trax bukan sekadar aplikasi, tetapi fondasi masa depan layanan logistik kami. Ke depan, pengembangan fitur akan terus kami lakukan agar pelanggan mendapatkan nilai tambah yang berkelanjutan,” tutup Ayi.
Di era ketika kecepatan menjadi mata uang utama, KAI Logistik membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren. Ia adalah perjalanan—dari rel ke layar, dari tradisi ke inovasi di mana logistik akhirnya menjadi sesederhana satu sentuhan. (*)










Komentar