RUSJAYA Sang‘Pamomong Krimun’ yang Siap Mengabdi, Bukan Sekadar Memimpin

INDRAMAYU | Di tengah dinamika Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025, nama Rusjaya mencuat sebagai figur yang membawa warna berbeda. Bukan dengan janji-janji muluk, melainkan dengan tekad sederhana namun bernas: mengabdi sepenuh hati untuk kemakmuran Desa Krimun.

Rusjaya, sosok yang sejak muda dekat dengan denyut nadi masyarakat, hadir dengan gaya kepemimpinan yang bersahaja lebih mirip pamomong ketimbang pejabat. Ia dikenal turun langsung ke sawah, nongkrong di balai desa, hingga duduk lesehan bersama warga saat rembug malam. Filosofinya jelas: pemimpin yang tak menyentuh tanahnya sendiri, tak akan pernah tahu apa yang harus diperjuangkan.

Dalam berbagai kesempatan, Rusjaya menegaskan bahwa dirinya maju bukan untuk mengejar kursi kuwu, melainkan untuk mengemban amanah warga Krimun agar desa lebih makmur, tertib, dan maju.

“Saya bukan datang membawa janji langit, saya datang membawa niat. Niat untuk mengabdi, untuk membangun Krimun yang makin makmur dan guyub,” ujar Rusjaya dengan gaya khasnya yang tenang namun tegas.

Rusjaya memaparkan tiga pondasi besar dalam mimpinya membangun Desa Krimun,Kemakmuran Ekonomi Warga Pemberdayaan petani, pelaku UMKM, dan penguatan ekonomi berbasis desa, Transparansi Arah Dana Desa Semua warga berhak tahu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan, Harmoni Sosial & Keamanan Desa .

Rusjaya menekankan pentingnya rekatan persaudaraan agar Krimun menjadi desa yang adem, ayem, dan anti-provokasi.

Warga Krimun menilai Rusjaya sebagai sosok yang jujur, ringan tangan, dan tidak pernah memilih-milih ketika dimintai tolong. Banyak warga menilai Rusjaya layak disebut “Kuwu Rakyat”, karena ia hadir di saat dibutuhkan, bukan hanya ketika masa kampanye tiba.

“Rusjaya itu wong sing apa anaé. Ora neko-neko. Duwe niat apik kanggo Krimun,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Menjelang tahapan Pilwu berikutnya, Rusjaya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan menghormati perbedaan pilihan.

“Pilkades bukan ajang permusuhan. Kita tetap sedulur. Yang terpenting, siapa pun yang dipilih, desa ini harus makin makmur,” tegasnya.

Dengan gaya kepemimpinan yang merakyat dan falsafah ngabdi sak lawase, Rusjaya membawa harapan baru bagi Desa Krimun harapan akan desa yang guyub, produktif, dan sejahtera.(*)

Komentar

News Feed