INDRAMAYU |Di Blok Harendong yang selama ini hanya dikenal sebagai hamparan tanah sunyi, kini berdiri sebuah bangunan yang membuat seluruh Indramayu Barat menoleh Tugu Titik Nol Kilometer (0 Km).
Sebuah simbol yang tidak sekadar dibangun, tetapi dilahirkan dari perjuangan panjang masyarakat barat Indramayu.
Rabu (26/11/2025), para tokoh Forum Silaturahmi Masyarakat Indramayu Barat (FOSMA Inbar) berjalan mendekati tugu itu seperti mendekati harapan lama yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.
Lahan 2 hektare tempat tugu itu berdiri kini berubah menjadi halaman pertama dari sejarah baru.
Dewan Pembina FOSMA, Drs. H. Heri Sudjati, MM, menatap bangunan setengah jadi itu dengan yakin.
“Ini bukan seremonial. Ini bukti bahwa mimpi Indramayu Barat tidak lagi dipinggirkan,” tegasnya.
Ketua FOSMA Inbar, H. Abdulrahman, SE, menyambung, “Tugu ini adalah suara Inbar yang kini punya bentuk.”
Kepala Desa Sukaslamet, Rajudin, menyebut desanya seperti baru saja masuk buku sejarah.
“Kami bangga. Mulai hari ini, Harendong bukan lagi titik kecil, tapi titik awal,” ujarnya.
Ia bahkan mulai menyiapkan tugu itu sebagai destinasi wisata desa sebelum pemekaran resmi terwujud.
Kontraktor pelaksana, Hendra, tersenyum bangga.“Ini dibuat oleh warga sini. Dari kita, untuk kita,” katanya.
Tugu ini bukan proyek dingin. Ini gotong royong sejarah.
Setinggi sekitar 5 meter, tugu ini menyimpan pesan simbolik,Gaya Pajajaran untuk menegaskan akar budaya Sunda di barat Indramayu, Cakra Udaksana, pusaka Wiralodra, di puncak tanda kelahiran era baru.
Kujang empat penjuru, simbol ketangguhan dan penjagaan, Cempaka kuncup, lambang harapan yang siap mekar.
Tulisan INDRAMAYU BARAT sebagai pengingat bahwa daerah ini siap memasuki peta Indonesia.
Tugu ini tidak hanya menunjuk angka nol. Ia menunjuk awal perubahan
Bagi masyarakat Indramayu Barat, pembangunan tugu ini adalah pesan jelas:
Pemekaran bukan lagi wacana. Ia sudah memiliki bentuk, tanah, dan titik awal.
Dan ketika kelak Kabupaten Indramayu Barat benar-benar berdiri, orang akan kembali ke tempat ini dan berkata,”Semua dimulai dari sini ,dari titik nol”.(*)










Komentar