BANGGAI KEPULAUAN | Di ujung Sunyi Dusun Poganda, Luk Panenteng, Bulagi Utara, tersembunyi sebuah keajaiban yang selama ini hanya menjadi rahasia kecil warga setempat. Pantai Poganda—sebuah bentangan alam yang begitu jernih dan murni kini perlahan muncul ke permukaan sebagai destinasi baru yang memikat perhatian wisatawan dan Dispar Banggai Kepulauan.
Begitu kaki menjejak pasir putihnya, rasa damai seolah menyelimuti tubuh. Langit biru yang luas memantulkan cahaya ke permukaan laut yang jernih, mengubah Pantai Poganda menjadi lanskap eksotis yang tampak seperti lukisan. Angin laut yang lembut mengusap wajah, menghadirkan kedamaian yang sulit ditemukan di pantai-pantai populer lainnya.
Namun, keindahan Poganda tidak berhenti di garis pantainya. Perairan beningnya menjadi gerbang menuju surga bawah laut yang menyimpan kehidupan penuh warna. Terumbu karang yang masih alami, koloni ikan kecil yang menari di sela karang, hingga formasi bebatuan laut yang unik menjadikan Poganda surga bagi pecinta snorkeling dan diving.
Menyadari potensi luar biasa ini, Dinas Pariwisata Banggai Kepulauan mulai mengambil langkah strategis. Mereka menyusuri upaya pengembangan fasilitas, peningkatan akses, serta memastikan setiap langkah pembangunan tetap menjaga kesucian alam Poganda. Visi mereka jelas: menjadikan Poganda sebagai destinasi unggulan Sulawesi Tengah yang berkelas, tanpa menghilangkan identitas alaminya.
Keunikan Poganda tidak hanya pada pesona alamnya, tetapi juga pada budaya yang hidup di sekitarnya. Warga lokal menyambut tamu dengan hangat, memperkenalkan kuliner khas Sulawesi Tengah yang kaya rempah dan cita rasa. Kehadiran budaya ini menjadikan pengalaman wisata lebih berwarna, seolah mengajak pengunjung memahami kehidupan masyarakat pesisir yang damai dan bersahaja.
Pantai Poganda adalah mutiara yang sebelumnya tersembunyi rapat dalam kesunyian Banggai Kepulauan. Kini, dengan pesona yang terus dipromosikan dan dikembangkan, Poganda bersiap menyambut para pelancong yang mencari petualangan baru, ketenangan, dan pengalaman alami yang autentik.
Di setiap debur ombak yang menyentuh pasir putihnya, Poganda memanggil mengundang siapa saja untuk datang, melihat, dan jatuh cinta. (*)










Komentar