SEMARANG | Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan rumah layak huni tanpa beban pungutan liar bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan setiap bantuan senilai Rp20 juta per rumah benar-benar sampai ke tangan penerima, tanpa dipotong pihak mana pun.
“Kami ingin memastikan program ini bebas dari pungli. Jangan sampai masyarakat kurang mampu yang seharusnya terbantu justru terbebani pungutan,” tegas Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, saat meninjau pembangunan BSPS di Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (5/11/2025).
Dalam kunjungan itu, Didyk didampingi Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta perwakilan BP3KP Jawa III dan Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah. Mereka berdialog langsung dengan penerima bantuan dan memantau progres pembangunan rumah warga yang kini tampil jauh lebih kokoh dan sehat.
Program BSPS ini disebut sebagai wujud nyata kehadiran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menuntaskan permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Indonesia.
“Bantuan ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan martabat masyarakat,” ujar Didyk.
Di Kelurahan Patemon, sebanyak 40 warga menerima bantuan melalui Bank BRI sebagai penyalur dana. Total penerima BSPS di Kota Semarang sendiri mencapai 700 unit rumah yang tersebar di 13 kecamatan dan 30 kelurahan.
Selain memperbaiki rumah, program ini juga menciptakan lapangan kerja lokal bagi tukang dan buruh bangunan, serta menggairahkan ekonomi warga melalui pembelian bahan bangunan di toko sekitar.
“Semua dilakukan secara terbuka melalui sistem Pemilihan Toko Terbuka (PTT) agar dana bisa optimal dan kualitas material terjamin,” jelas Sri Haryati.
Salah satu penerima, Sutrimo, mengaku sangat terbantu dengan bantuan ini.
“Terima kasih Pak Prabowo, program BSPS-nya jos! Rumah orang tua saya akhirnya bisa dibangun kembali. Kami harap Desember nanti sudah bisa ditempati,” ucapnya dengan penuh haru.
Senada dengan itu, Siti Mutmainah, buruh bangunan sekaligus penerima BSPS, tak kuasa menahan rasa syukur.
“Saya nggak nyangka bisa punya rumah layak. Semoga Pak Prabowo sehat selalu dan program ini terus berlanjut,” katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Program BSPS bukan hanya memperbaiki dinding dan atap rumah, tetapi juga menegakkan kembali semangat gotong royong, kemandirian, dan kesejahteraan rakyat. (*)










Komentar