Dari Isyarat Jadi Inspirasi, Disabilitas Rungu Jatim Berkreasi dengan Kekuatan AI

JATIM | Semangat inklusi digital terus digaungkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur. Melalui kegiatan bertajuk “Cerdas Digital  Penguatan Kompetensi Digital Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Rungu melalui Pelatihan Desain Berbasis AI Canva”, puluhan peserta dari Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jatim diajak menjelajahi dunia desain modern berbasis teknologi kecerdasan buatan.

Bertempat di Ruang Wilis Diskominfo Jatim, Selasa (4/11/2025), kegiatan ini dibuka oleh Suharlina Kusumawardani, Sekretaris Diskominfo Jatim, yang hadir mewakili Kepala Dinas. Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi seharusnya membuka akses, bukan menambah jarak.

“Kehadiran teman-teman disabilitas rungu hari ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi tidak mengenal batas,” ujarnya.

Pelatihan yang diikuti 25 peserta ini menghadirkan narasumber Imanuel Deny Krisna Aji, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra, yang menekankan pentingnya literasi digital dan komunikasi visual dalam membuka peluang kerja dan mengasah kreativitas.

“Komunikasi tidak selalu harus dengan kata-kata. Melalui warna, bentuk, dan gambar, pesan bisa sampai tanpa batas suara,” tuturnya penuh semangat.

Suasana pelatihan berlangsung hidup. Peserta tampak antusias mencoba fitur AI di Canva cukup dengan mengetik perintah teks sederhana, visual menarik langsung muncul di layar.

Nafisa, peserta asal Pasuruan, mengaku kagum dengan kemudahan teknologi AI.

“Cukup ketik perintah, langsung keluar hasilnya. Jadi lebih mudah dan menyenangkan!” ujarnya.

Sementara Siti Aisyah dari Kediri merasa bangga bisa menyelesaikan desain pertamanya.

“Awalnya sulit, tapi dengan bantuan narasumber akhirnya bisa. Senang banget hasilkan karya sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Melalui program Cerdas Digital, Diskominfo Jatim membuktikan bahwa transformasi digital harus merangkul semua kalangan. Teknologi bukan hanya milik mereka yang mampu mendengar, tetapi juga ruang bagi siapa pun untuk berkarya, berekspresi, dan berdaya  dengan cara mereka sendiri.(*)

Komentar

News Feed