Bandung | Derap langkah kuda terdengar mantap ketika rombongan Kirab Budaya HUT ke-79 Provinsi Jawa Barat bergerak dari Gedung Merdeka menuju Gedung Sate. Dari sekian banyak peserta, perhatian warga terpusat pada Bupati Indramayu Lucky Hakim yang menunggang kuda dengan penuh semangat menyusuri rute sepanjang 3,5 kilometer di jantung Kota Bandung.
Sejak awal keberangkatan, masyarakat yang memadati sisi jalan menyambut antusias. Mereka melambaikan tangan, mengabadikan momen dengan ponsel, hingga meneriakkan yel-yel penyemangat. Suasana meriah itu menjadi bukti hangatnya apresiasi warga Jawa Barat terhadap keikutsertaan kabupaten/kota dalam memeriahkan ulang tahun provinsi.
Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa partisipasinya bukan sekadar prosesi budaya, melainkan simbol kebersamaan dan persatuan.
“Kirab Budaya ini menjadi simbol kekompakan masyarakat Jawa Barat dalam merawat warisan dan jati diri budaya kita. Saya bangga bisa membawa semangat Indramayu ke tengah-tengah perayaan ini,” ungkapnya usai acara.
Sepanjang perjalanan, derap kuda yang ditunggangi Lucky berpadu dengan iringan musik tradisional, penampilan kesenian khas daerah, serta kostum berwarna-warni dari peserta kirab perwakilan kabupaten/kota. Pemandangan itu menghadirkan suasana yang meriah sekaligus memperlihatkan betapa kayanya budaya Nusantara, khususnya di Jawa Barat.
Kontingen Kabupaten Indramayu tampil istimewa dengan membawa kesenian khas daerah, mulai dari Tari Topeng, Berokan, hingga Gadis Ngarot. Ketiga ikon budaya itu sukses memukau penonton, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Indramayu di kancah provinsi.
Kirab Budaya sendiri menjadi agenda utama dalam rangkaian Hari Jadi Jawa Barat. Tidak hanya menampilkan parade budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah ekspresi kearifan lokal yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Sesampainya di halaman Gedung Sate, Bupati Lucky Hakim menutup perjalanannya dengan senyum ramah, disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.
“Semoga semangat kebersamaan ini terus kita rawat, karena kekuatan Jawa Barat ada pada persatuan dan budayanya,” pungkasnya.
Dengan nuansa khidmat sekaligus meriah, Kirab Budaya HUT Jawa Barat tahun ini bukan hanya menjadi perayaan hari jadi, tetapi juga panggung persatuan dan kebanggaan akan identitas budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. (*)










Komentar