Kendal | Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam menanggulangi kemiskinan melalui jalur pendidikan. Kali ini, ITS resmi menjalin kemitraan strategis dengan SMA Unggulan CT Arsa Foundation, sekolah inklusif yang fokus pada siswa dari keluarga prasejahtera.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada momen pelepasan lulusan SMA CT Arsa di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (1/7/2025).
Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, ST., MSc.Eng., PhD, menegaskan bahwa kesetaraan akses pendidikan menjadi salah satu misi besar ITS. Ia meyakini bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat mencetak lulusan cerdas, tapi juga harus menjadi jembatan bagi generasi dari kalangan tidak mampu untuk bangkit dan berkontribusi.
“Kami percaya, siswa dari keluarga prasejahtera pun memiliki potensi luar biasa untuk bersaing dan membawa perubahan bagi masyarakat. ITS hadir sebagai rumah untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu,” ujarnya penuh harap.
Dipilihnya SMA CT Arsa Foundation sebagai mitra bukan tanpa alasan. Sekolah ini dikenal luas sebagai pelopor pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Lebih dari itu, CT Arsa konsisten menjadikan pendidikan sebagai senjata utama memutus rantai kemiskinan.
Prof. Bambang mengungkapkan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMA CT Arsa untuk masuk ITS, bahkan melalui skema “golden ticket” bagi mereka yang berprestasi.
“Kami melihat potensi besar dalam diri mereka. ITS siap membuka jalan dan mendampingi langkah mereka ke jenjang pendidikan tinggi yang bermutu,” tegasnya.
Kerja sama ini tak hanya memperluas akses masuk ke ITS, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi ITS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 1 (pengentasan kemiskinan), poin 4 (pendidikan berkualitas), dan poin 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).
Melalui kolaborasi ini, ITS membuktikan bahwa kampus bukan menara gading, melainkan pilar harapan bagi anak bangsa yang ingin bangkit dari keterbatasan.
“Kami ingin jadi bagian dari perjalanan mereka anak-anak muda hebat dari pelosok negeri—untuk bangkit dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” pungkas Prof. Bambang.(*)










Komentar