Rahasia Teh Ajaib Amerika Selatan: Yerba Mate, Penambah Energi Alami dan Penjaga Kesehatan

Jakarta | Selama ribuan tahun, masyarakat Amerika Selatan telah mengandalkan yerba mate sebagai ramuan herbal untuk mengatasi kelelahan dan menjaga kebugaran tubuh. Teh tradisional ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga sarat manfaat berkat kandungan kafein alami dan antioksidan seperti xantin, saponin, dan polifenol.

Disajikan hangat dalam wadah khusus menyerupai mangkuk dan diminum menggunakan sedotan stainless dengan penyaring, yerba mate menyajikan cita rasa pahit menyerupai teh hijau dengan kekuatan menyegarkan seperti kopi.

Tidak hanya kafein, yerba mate juga mengandung vitamin C, vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), dan B6, yang menjadikannya sebagai minuman sehat berenergi yang kini mulai mendunia.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut sederet potensi manfaat yerba mate bagi kesehatan, yang membuatnya disebut-sebut sebagai “teh super” dari Amerika Selatan:

Kandungan kafein dalam secangkir yerba mate hampir setara dengan kopi, menjadikannya alternatif alami untuk meningkatkan energi dan mengurangi rasa lelah. Cocok dikonsumsi saat tubuh terasa lesu atau kehilangan fokus.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kafein mampu meningkatkan kekuatan otot, mengurangi kelelahan, dan memperbaiki performa fisik. Yerba mate bisa menjadi pilihan minuman olahraga tanpa tambahan gula berlebih.

Kafein dalam yerba mate menstimulasi sistem saraf dan mendukung peningkatan fokus, konsentrasi, bahkan memperbaiki daya ingat. Tak heran, teh ini juga sering dikaitkan dengan peningkatan produktivitas mental.

Antioksidan seperti flavonoid dalam yerba mate diduga dapat merangsang pembakaran lemak dan meningkatkan rasa kenyang, sehingga berpotensi membantu program penurunan berat badan secara alami.

Polifenol yang terkandung dalam yerba mate diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan tekanan darah, dua faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Konsumsi rutin selama 8 minggu menunjukkan hasil positif dalam penelitian awal.

Yerba mate diduga mampu menurunkan kadar leptin, hormon yang berkaitan dengan produksi insulin, sehingga berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah. Meski begitu, manfaatnya pada penderita diabetes masih memerlukan riset lebih lanjut.(*)

Komentar

News Feed