Min.co.id ~ Malang ~ Di tengah ancaman dunia maya yang kian kompleks, Pelatihan Cyber Hero Level Advance bertajuk “Threat Detection and Incident Response” resmi digelar di SMK Telkom Malang, Senin (6/6/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis memperkuat ketahanan siber nasional sekaligus mencetak talenta digital unggul yang siap menghadapi tantangan keamanan informasi masa kini.
Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menekankan urgensi kemampuan mitigasi ancaman digital di tengah tingginya penetrasi internet di masyarakat.
“Penetrasi internet di Jawa Timur sudah mencapai 82 persen. Ini peluang besar, tapi juga ancaman nyata. Kita butuh SDM yang tidak hanya paham teknologi, tapi juga siap melindungi ruang digital kita,” tegas Sherlita saat membuka acara.
Ia menambahkan, pelatihan seperti ini penting agar masyarakat tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pelindung aktif ekosistem digital.
Pelatihan ini menekankan pentingnya sinergi antarinstansi pemerintah, swasta, akademisi, hingga komunitas TI—dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih tahan terhadap serangan siber.
Para peserta akan dilatih selama tiga hari (16–18 Juni 2025) dengan materi tingkat lanjut yang mencakup pendeteksian ancaman siber (threat detection) dan respon insiden (incident response) secara strategis dan teknis.
Kepala SMK Telkom Malang, Rahmat Dwi Jatmiko, menyatakan bahwa para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
“Peserta yang telah dibekali teknik deteksi dan respons insiden yang mutakhir diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan informasi internal serta membangun protokol tanggap darurat yang efektif,” ungkap Rahmat.
Dengan pelatihan ini, peserta tak hanya dibentuk sebagai praktisi teknis, tetapi juga sebagai pelopor literasi siber dan edukasi keamanan digital di masyarakat luas.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang untuk mencetak Cyber Hero garda depan siber Indonesia yang mampu mengamankan sistem informasi nasional dari ancaman yang semakin terarah dan canggih.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas SDM, diharapkan Indonesia akan lebih siap dalam menjaga kedaulatan digital dan keamanan ruang siber nasional.
Dunia digital bukan hanya ruang interaksi, tapi juga medan pertahanan. Indonesia butuh lebih banyak “pahlawan” siber yang tak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas tinggi.(*)










Komentar