Min.co.id ~ Blitar ~ Dalam upaya memperkuat pertahanan digital dan mencegah serangan siber, Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perangkat Lunak Wazuh bagi anggota Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Pelatihan ini merupakan seri keempat dan berlangsung di Ruang ISC Diskominfotik Kota Blitar.
Kepala Diskominfotik Kota Blitar, Mujianto, menjelaskan bahwa Wazuh merupakan alat penting dalam mendeteksi, memantau, dan mencegah potensi ancaman siber pada sistem digital, baik di server maupun desktop. “Wazuh adalah salah satu tools unggulan dalam sistem pertahanan siber. Dengan aplikasi ini, potensi ancaman bisa dideteksi lebih awal dan segera diantisipasi,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Pemkot Blitar, Selasa (27/5/2025).
Selama dua hari pelatihan, para peserta yang terdiri dari pranata komputer berbagai perangkat daerah dibekali materi mulai dari pengenalan Wazuh, deteksi log insiden, malware, threat hunting, kerentanan sistem, hingga konfigurasi integrasi dengan sistem IDS (Intrusion Detection System).
Tidak hanya fokus pada teori, peserta juga dituntut mampu menginstal, mengonfigurasi, dan mengoperasikan Wazuh secara langsung. “Harapannya, para pranata komputer bisa mengimplementasikan aplikasi ini di lingkungan kerjanya masing-masing secara efektif, sehingga lebih siap menghadapi insiden keamanan digital,” tegas Mujianto.
Mujianto menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkot Blitar untuk meningkatkan keamanan siber di era digital yang semakin kompleks. Dengan penguatan kapasitas teknis melalui bimtek ini, Pemkot Blitar berharap bisa lebih sigap dan tangguh dalam merespons berbagai potensi gangguan siber yang mungkin terjadi.(*)










Komentar