UKW Indramayu, Panggung Wartawan Menuju Profesionalisme Sejati

Min.co.id ~ Indramayu ~ Di tengah pesatnya era digital dan banjir informasi yang tak terbendung, Kabupaten Indramayu menorehkan langkah strategis dalam membangun ekosistem pers yang kredibel.

Melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-9, yang digelar pada Jumat (30/5/2025) di Hotel Trisula Indramayu, para jurnalis dari berbagai media diuji kemampuannya untuk tidak hanya mahir menulis, tapi juga menjunjung tinggi etika profesi.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), serta didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, hadir secara langsung dan membuka kegiatan dengan pesan kuat tentang pentingnya pers yang kompeten dan berintegritas.

“Media adalah sahabat demokrasi. Tanpa jurnalis yang cakap dan etis, arah pembangunan bisa bias. UKW ini bukan hanya tentang nilai ujian, tapi tentang menanamkan kembali semangat jurnalisme sejati di tengah zaman yang serba instan,” ujar Lucky di hadapan puluhan peserta dan penguji.

Dalam kesempatan tersebut, Lucky menegaskan bahwa Pemkab Indramayu akan terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk wartawan. Pers dinilainya memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami mengajak insan pers untuk menjadi mitra kritis dan membangun. Jangan ragu menyampaikan fakta. Kami butuh masukan, bahkan kritik, selama itu disampaikan dengan cara yang beretika dan berdasar data,” imbuhnya.

UKW ini diikuti oleh puluhan wartawan muda dan madya dari berbagai media lokal maupun nasional. Mereka diuji dalam berbagai aspek, mulai dari teknik peliputan, penulisan berita, pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, hingga kemampuan menyusun karya jurnalistik mendalam.

Salah satu peserta, Dina Rahmawati dari media siber lokal, mengaku tantangan UKW bukan soal teknis semata, tetapi bagaimana menjaga konsistensi profesionalisme di tengah tekanan industri media.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Di sini kita diuji bukan hanya sebagai penulis, tapi juga sebagai penjaga kebenaran. Rasanya seperti kembali ke akar mengapa saya memilih jadi jurnalis,” ujar Dina usai mengikuti sesi simulasi.

UKW ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan media sosial, disinformasi, dan tekanan algoritma, masih ada ruang yang mengedepankan kompetensi, integritas, dan keberanian intelektual.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta yang turut memberikan sambutan virtual menyebut bahwa UKW adalah bentuk tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam membentuk pers yang mencerahkan.

“Pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi penggerak perubahan. Kita butuh jurnalis yang bukan hanya melek teknologi, tapi juga punya hati nurani,” katanya.

Kegiatan UKW ini tidak hanya menambah sertifikasi, tetapi juga menjadi ruang introspeksi dan regenerasi bagi dunia jurnalistik. Di balik setiap soal ujian, tersembunyi satu harapan besar: lahirnya jurnalis Indramayu yang tak sekadar pintar menulis, tapi berani bersikap.(*)

Editor : Redaksi Min.co.id

Komentar

News Feed