Min.co.id ~ Jakarta ~ Data menunjukkan bahwa penetrasi internet mencapai 77%, dengan 212 juta pengguna internet di Indonesia. Program e-Smart IKM Kemenperin menjadi pilar dalam memperluas akses pasar untuk Industri Kecil Menengah (IKM) melalui pemasaran digital.
Transformasi digital industri menjadi fokus utama dalam meningkatkan potensi ekonomi digital, sejalan dengan agenda Making Indonesia 4.0.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyampaikan bahwa pelaku IKM diarahkan untuk menguasai literasi digital dalam pemasaran dan penjualan, serta memanfaatkan teknologi di sisi manufaktur.
Program e-Smart IKM, bekerja sama dengan platform ternama seperti Tokopedia, Shopee, BliBli, BukaLapak, dan asosiasi e-commerce Indonesia, telah membantu 3.000 IKM dalam pembinaan pada tahun 2022.
Pemasaran digital menjadi kunci keberhasilan di era modern, terutama dengan perubahan perilaku konsumen yang cenderung berbelanja secara daring.
Dukungan terhadap program e-Smart IKM mencakup bimbingan literasi digital, penguatan branding, manajemen bisnis, dan program IKM Go Global.
Dalam upaya meningkatkan pemasaran digital, Ditjen IKMA menggelar lokakarya di Kota Bandung, melibatkan 200 pelaku IKM fesyen dan kriya.
Narasumber dari Founder PALA Nusantara dan Master Trainer dari Tokopedia memberikan panduan tentang penggunaan marketplace dan teknik fotografi produk.
Reni Yanita menekankan bahwa pemasaran digital, jika ditekuni dengan serius, dapat memiliki dampak besar dalam memenangkan kompetisi pasar.
Sebagai contoh kesuksesan, Kampoeng Radjoet, yang mengadopsi program e-Smart IKM sejak 2015, berhasil berkembang menjadi shopping village dan meraih penghargaan sebagai akun baru terbaik Shopee pada tahun 2020.
Reni mengajak peserta lokakarya untuk terus mencari ilmu, bermitra, berinovasi, dan meningkatkan daya saing melalui kolaborasi, seiring dengan kisah sukses pelaku IKM lainnya.(red)










Komentar