Min.co.id ~ Jakarta ~ Berkendara jauh di bawah terik matahari bisa jadi tantangan tersendiri, apalagi kalau lupa minum air. Dehidrasi bukan cuma bikin tenggorokan kering, tapi juga bisa mengganggu konsentrasi, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan. Tapi… terlalu banyak minum juga bikin sering ke toilet alias beser. Lalu gimana solusinya?
Profesor urologi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), hadir membawa rumus praktis agar tetap terhidrasi tanpa ribet ke kamar kecil setiap saat. Ia membagikan kiat menghitung kebutuhan cairan tubuh berdasarkan berat badan dan durasi perjalanan.
“Produksi urine normal itu sekitar 1 cc per kg berat badan per jam. Sedangkan kapasitas kandung kemih rata-rata 400 cc,” ujar Prof. Rasyid dalam keterangannya, dikutip dari Detik, Sabtu (5/4/2025).
Kekurangan cairan bisa berdampak pada fungsi kognitif: pusing, sulit fokus, hingga refleks melambat. Makanya, tetap minum air penting saat berkendara jarak jauh. Tapi tentu harus dengan ritme yang pas.
Misalnya, seseorang dengan berat 100 kg akan menghasilkan sekitar 100 cc urine per jam. Jika kandung kemih mampu menampung hingga 400 cc, maka setidaknya ia bisa menahan buang air hingga 4 jam.
“Jadi ritmenya bisa diatur. Nggak perlu minum terus-terusan. Cukup cerdas membaginya,” tambah Prof. Rasyid.
Kalau kamu khawatir harus sering mampir ke toilet saat mudik atau road trip, boleh kok sedikit mengurangi asupan air selama perjalanan asal tubuh sehat dan ginjal normal. Kekurangannya bisa dikejar setelah sampai tujuan, seperti halnya kita mencukupi cairan usai berpuasa.
“Minum itu bisa dibalas. Kayak puasa aja, kita tahan minum selama 14 jam, nanti dipenuhi saat buka,” katanya menenangkan.(*)
Editor : Achmad










Komentar