Min.co.id-Jakarta-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong pemanfaatan produk inovasi dan teknologi sebagai peluang dan investasi jangka panjang dalam rangka meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan melalui digitalisasi bidang kesehatan dan bioteknologi, Kemenkes memiliki tiga prioritas untuk mendukung transformasi teknologi kesehatan di Indonesia.
“Salah satunya adalah pengembangan ekosistem inovasi kesehatan terutama di bidang teknologi dan bioteknologi,” kata Menkes Budi saat Demo Day Health Innovation Sprint Accelerator 2022 pada Kamis (24/3/2022).
Kemenkes melalui Digital Transformation Office (DTO) menggelar Health Innovation Sprint Accelerator 2022. Dalam kegiatan tersebut dipamerkan lima inovasi kesehatan khusus di bidang teknologi kesehatan (health-tch) dan bioteknologi (bio-tech).
Health Innovation Sprint Accelerator 2022 merupakan program inkubasi untuk para inovator di bidang kesehatan yang bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) serta didukung oleh Pemerintah Jepang.
Program ini bertujuan membantu para inovator dari startup, universitas, dan lembaga penelitian dalam pengembangan inovasi mereka melalui program transfer pengetahuan dan inkubasi.
Melalui roadshow di empat kota, Menkes Budi berharap menjadi langkah awal yang baik dalam menciptakan ekosistem pentahelix untuk inovasi kesehatan digital di berbagai daerah. Hal itu dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, masyarakat, dan media.
“Melalui regulator yang telah disusun oleh Kemenkes diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pengembangan inovasi dan memberikan jaminan kepada investor yang ingin berinvestasi,” kata Menkes Budi.(infopublik)










Komentar