Min.co.id – Indramayu – Bulan Sura atau dalam Islam disebut sebagai bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dianggap mulia. Di Desa Sukaperna Blok Teluk Kabupaten Indramayu, bulan tersebut dianggap sangat kental dengan nuansa Islam.
Bubur sura merupakan makanan khas sekaligus pelengkap upacara peringatan tahun baru Islam. Acara tersebut biasanya digelar setiap tanggal 10 Muharam.
“Ini salah satu tradisi yang diwariskan Sunan Gunung Jati kepada kami penerusnya dan harus selalu dijalankan,” kata Putri warga desa setempat.
Masih menurut warga setempat, Romini, upacara tersebut merupakan jalan untuk melakukan sedekah dari hasil bumi yang diberikan oleh masyarakat setempat secara swadaya.
“Saya dan masyarakat yang mengolah kemudian dibagikan ke masyarakat desa,” ujar dia.
Bubur sura sendiri dibuat dengan komposisi beras, santan kelapa, air, kelapa parut, salam, sereh, klungsu, pisang saba, tales, uwi dan garam, dengan cita rasa yang gurih.
Ada yang berbeda dari tradisi sebelumnya, selain membuat bubur Sura diadakan juga pengajian bersama dengan anak-anak muda setempat agar lebih meriah mereka juga menyanyikan sholawat bersama (genjringan). Tradisi tersebut juga sebagai upaya melestarikan warisan leluhur di masa lalu
“Sampai sekarang kami sebagai penerusnya akan berusaha mempertahankan dan melestarikan apa yang sudah menjadi warisan leluhur kami,” ujar Romini. (Vino)









Komentar