Penjual Tiang Panjat Pinang Keluhkan Omzetnya yang Turun Drastis

Min.co.id – Indramayu – Tahun ini, perayaan HUT RI masih dalam masa pandemi. Pemerintah pun melarang adanya perlombaan 17 Agustus dan mengimbau untuk merayakan HUT RI secara sederhana. Hal ini pun berdampak pada omzet penjualan tiang panjang pinang.

Munasir, salah satu penjual bambu di Pasekan Indramayu mengatakan sudah dua periode penjualan tiang panjat pinang mengalami penurunan yang sangat drastis.

“Biasanya sebelum tanggal 17 Agustus tiang panjat pinang terjual hingga puluhan bambu. Sekarang tidak satu pun terjual untuk perlombaan panjat pinang,” ujar Munasir.

Sejumlah langganannya tidak lagi memesan bambu panjat pinang karena dilarang menggelar keramaian guna mencegah Covid-19. Di tempat ini, satu bambu panjat pinang dijual mulai Rp200 ribu hingga Rp 250 ribu. Hargapun tidak mengalami kenaikan.

Selain menjual tinag panjany pinang, ia juga menjual tiang bendera, “Alhamdulillah sudah banyak yang terjual walapun hanya beberapa,” katanya.

Ia berharap setelah Tanggal 17 Agustus masih ada pembeli atau semakin banyak pembeli untuk meriahkan kemerdekaan. Dan dengan sekolah di buka kembali, ia juga berharap anak Pramuka bisa kembali membeli bambu untuk keperluannya. (Vino)

Komentar

News Feed