oleh

Aksi Ambil Paksa Warga Pandansari Selatan Bak Cowboy Jalanan

-News-482 views

Min.co.id-Lampung-Kasmidi (53) warga desa sukoharjo 4 Kec. Sukoharjo Kab. Pringsewu Lampung, mengeluhkan keberadaan dan kondisi adiknya Herman (42) Karena sudah sejak sabtu (26/5) adiknya tersebut tak diketahui keberadaannya.

Kepada media Min.co.id Kasmidi menuturkan jika dirinya bersama keluarga dibuat binggung dan ketakutan karena Herman adiknya, diambil paksa oleh sekelompok orang bersenjata tanpa ada surat penangkapan atau surat pemberitahuan kepada pihak keluarga maupun pihak aparatur desa pada sabtu subuh, dikediamannya desa Pandansari Selatan.

Yang kemudian baru diketahui keberadaan Herman pada senin pagi dari seorang teman sdr. Kasmidi bahwa Herman berada di Rumah Sakit Bayangkara Bandar Lampung.

Dalam keterangannya Herman yang berhasil di temui Min.co.id dan tengah terbaring di atas dipan rumah sakit menuturkan, kalau dirinya pada saat dijemput paksa sekelompok orang yang mengaku dari Polda Lampung, dirinya dalam kondisi tidur, tiba-tiba pintu rumah di dobrak dan masuk beberapa orang dengan perangai seperti preman dan tanpa sopan santun, langsung meringkus dirinya dan di bawa masuk ke mobil yang sudah menunggu di depan rumah. Bahkan menurutnya gerombolan orang yang membawanya tersebut, sempat mengeluarkan suara tembakan hingga beberapa kali. Bunyi tembakan tersebut juga di amini kepala desa pandansari selatan Ngadiran yang turut serta menjenguk Herman pada senin (28/5) siang, Dirumah sakit Bayangkara.

Masih menurut keterangan Herman, pasca dirinya diambil paksa dari kediamannya, selama 24 jam dirinya di interogasi di dalam mobil, dan mendapat siksaan mengunakan besi di sekujur tubuhnya bahkan kaki kanannya di hadiahi timah panas oleh gerombolan yang mengaku dari Polda itu. Dirinya di paksa mengakui sebuah perbuatan tindak kejahatan yang dirinya tidak melakukan,
” Badan saya dan sendi-sendi saya di pukul oleh mereka, di paksa untuk mengakui tindak kejahatan yang tidak saya lakukan.” Tegas Herman sambil menahan rasa sakit.

Lebih miris lagi saat Kasmidi bersama keluarga tiba di Rumah Sakit Bayangkara pada senin siang pukul 13.00 WIB, Kamar tahanan dalam kondisi terkunci gembok dan tanpa ada petugas jaga dari kepolisian. terlihat tempat makanan yang masih utuh isinya tergolek di atas kereta dorong depan kamar tahanan.

Hingga berita ini diturunkan senin (28/5) pukul 21.00 wib Petugas jaga belum juga kunjung datang. Demikian Kasmidi yang masih berada di Rumah Sakit Bayangkara menuturkan melalui sambungan telpon.

Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana No 8 tahun 1981, Pasal 18 ayat 1-3 jelas diatur prihal penangkapan.
Pasal 18 ayat 1, berbunyi :
Pelaksanaan tugas penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian negara Republik Indonesia dengan memperlihatkan surat tugas serta memberikan kepada tersangka surat perintah penangkapan yang mencantumkan identitas tersangka dan menyebutkan alasan penangkapan serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan serta tempat ia di periksa.

Pasal 18 ayat 2, berbunyi :
Dalam hal tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, dengan ketentuan bahwa penangkapan harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada kepada penyidik atau penyidik pembantu yang terdekat.

Pasal 18 ayat 3, berbunyi :
Tembusan surat perintah penangkapan sebagaimana di maksud dalam ayat 1 harus diberikan kepada keluarganya segera setelah penangkapan dilakukan.

Dan hingga detik berita ini diturunkan belum juga ada sepucuk suratpun yang diterima pihak keluarga. (Agus/red*)

Komentar

News Feed